BERAU TERKINI – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Berau menggelar High Level Meeting (HLM) 2026 sebagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman menjelang hari raya.

Pertemuan krusial ini dirangkaikan dengan berbagai program nyata, mulai dari Gerakan Pangan Murah serentak se-Kalimantan Timur, operasi pasar LPG 3 kilogram, hingga penyaluran bantuan pangan yang menyasar 12.212 Kepala Keluarga.

Bupati Berau, Sri Juniarsih, menegaskan, menjaga stabilitas harga bukan sekadar tugas rutin, melainkan faktor kunci dalam melindungi kesejahteraan warga.

Menurutnya, lonjakan harga yang tidak terkendali akan sangat memukul daya beli masyarakat, terutama mereka yang berada di kelompok prasejahtera.

“Stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjadi faktor penting dalam menjaga kesejahteraan masyarakat. Terutama menjelang hari raya. Inflasi yang tidak terkendali tentu akan berpengaruh pada daya beli masyarakat, khususnya bagi kelompok prasejahtera,” tegas Sri Juniarsih, Selasa (17/3/2026).

Sri Juniarsih menjelaskan, Gerakan Pangan Murah merupakan instrumen pemerintah untuk memastikan akses bahan pokok yang terjangkau bisa menyentuh seluruh lapisan masyarakat, baik di kawasan perkotaan hingga pelosok kampung.

Langkah antisipasi ini sebenarnya telah dimulai sejak sebelum Ramadan sebagai respons terhadap dinamika ekonomi global yang kerap memicu fluktuasi harga di tingkat lokal.

“Ini merupakan kebutuhan penting bagi rumah tangga, sehingga ketersediaannya harus terus dijaga agar distribusi berjalan lancar,” tambahnya.

Selain intervensi pasar, Pemerintah Kabupaten Berau juga memperkuat ketahanan pangan daerah melalui penyaluran bantuan langsung.

Program ini dipandang sebagai bagian dari visi besar pembangunan kedaulatan pangan dengan memperluas akses warga terhadap kebutuhan dasar.

Sri Juniarsih menekankan komitmennya agar kebutuhan perut rakyat tetap terjamin.

“Kami tidak ingin ada masyarakat Berau yang kesulitan mendapatkan bahan pangan,” tegasnya.

Ia mengingatkan, perang melawan inflasi membutuhkan sinergi total dari berbagai lini, mulai dari petani sebagai produsen hingga pengusaha sebagai distributor.

Bupati perempuan pertama Berau itu mengajak para petani untuk terus meningkatkan produktivitas.

Ia berharap pelaku usaha lebih bijak dalam mengatur distribusi agar kemandirian pangan daerah dapat terwujud tanpa harus terus-menerus bergantung pada pasokan dari luar daerah.

“Petani harus meningkatkan produksi, UMKM kita ajak berkolaborasi, dan para pelaku usaha diharapkan lebih bijak dalam distribusi dan konsumsi. Dengan begitu, kemandirian pangan daerah dapat terwujud dan kita tidak terlalu bergantung pada pasokan dari luar,” jelasnya.

Ia juga menaruh harapan besar kepada seluruh anggota TPID untuk terus memantau pergerakan harga di pasar secara intensif.

Koordinasi lintas sektor harus diperkuat demi memastikan ekonomi daerah tetap stabil hingga masa libur lebaran usai.

“Saya harap TPID terus memberikan kinerja terbaik demi menjaga inflasi tetap terkendali dan kesejahteraan masyarakat Berau,” pungkasnya. (*)