BERAU TERKINI – PMI Berau membutuhkan pasokan darah untuk memenuhi stok darah yang mulai menipis.

Staf PMI Berau, Wilda mengatakan, bahwa stok darah menipis dikarenakan banyaknya kebutuhan keperluan darah dari rumah sakit.

Ia juga mengatakan bahwa pemberian donor darah rata-rata dari orang yang jauh dari Tanjung Redeb, lebih tepatnya pasien berasal dari Kecamatan Talisayan, Tanjung Batu, dan Segah.

Dia menjelaskan, saat ini stok darah PMI Berau yang mulai menipis adalah untuk golongan darah A, B, dan O.

Sedangkan golongan darah yang stoknya terpenuhi adalah AB.

Berdasarkan data PMI Berau, stok darah per tanggal 29 Desember 2025 menunjukkan bahwa golongan darah A+,B+, dan O+ berjumlah 1 kantong, sedangkan golongan darah AB+ berjumlah 6 kantong.

“Kalau A sama B dan O ini lagi menipis karena yang donor kurang terus yang butuh banyak,” ungkapnya kepada Berauterkini.co.id, Senin (29/12/2025).

“Untuk saat ini sebenarnya semuanya menipis kecuali AB. Kalau AB sudah terpenuhi lah soalnya kan pasiennya kurang juga,” ujarnya.

Ia menjelaskan walaupun stok darah sudah menipis, namun pendonor darah rutinan sudah melakukan donor. Hanya saja kebutuhan rumah sakit yang juga banyak membutuhkan darah.

“Bulan ini sudah rata-rata sudah donor karena ada waktunya kan,” katanya.

Pantauan Berauterkini.co.id di Kantor PMI Berau siang tadi menunjukkan sejumlah pendonor darah sedang mendonorkan darahnya.

Namun, menurut Wilda, darah tersebut langsung digunakan untuk pasien dan bukan untuk stok PMI.

“Itu rata-rata buat pasien semua, jadi mereka datang donor buat pasien bukan buat stok kami,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa penyaluran darah biasanya paling banyak pada pasien anemia, kebutuhan persiapan operasi dan kecelakaan.

Selain di RSUD dr. Abdul Rivai, penyaluran stok darah juga dilakukan ke Rumah Sakit Talisayan.

Lebih jauh, Wilda menyampaikan, PMI Berau aktif untuk mencari pendonor darah.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan bekerja sama dengan instansi lainnya saat sedang mengadakan acara atau event tertentu.

“Kami yang keluar mencari darah, mereka menyediakan pendonor, kami yang ke tempat mereka,” tutupnya.