BERAU TERKINI – Bupati Berau, Sri Juniarsih, mengingatkan kembali kepada seluruh pejabat untuk memiliki rasa empati dan kepedulian atas kondisi yang dialami masyarakat saat ini.
Rasa empati itu bisa dimulai dengan tidak pamer harta atau flexing di sosial media demi menjaga perasaan publik yang sedang memperjuangkan kesejahteraan hidup.
Hal itu pernah disampaikannya ketika Indonesia sedang bergejolak, di mana hampir di setiap daerah masyarakat melakukan aksi demonstrasi mengkritik gaya hidup mewah para pejabat.
“Ini perlu saya ingatkan kembali, kita ini pelayan publik. Sudah selayaknya mengabdi dengan baik,” pesan Sri Juniarsih.
Menurut Sri Juniarsih, sikap tersebut juga mesti ditunjukkan para anggota DPRD Berau.
Dia menghormati posisi para anggota dewan saat ini. Oleh karenanya, sudah sepatutnya untuk memiliki sikap empati kepada publik.
“Pesan ini berlaku untuk semua,” tegasnya.
Dia menyatakan, kondusivitas daerah menjadi kunci arah pembangunan Berau lima tahun yang akan datang. Sehingga, tindakan yang tak menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat sudah seharusnya ditinggalkan.
“Kita semua tentu berharap, Berau senantiasa menjadi daerah yang kondusif, aman, dan damai tanpa gesekan maupun perselisihan yang merugikan kita semua,” ujarnya.
Bupati perempuan pertama Berau tersebut juga memberikan apresiasi atas sinergi yang terbangun antara eksekutif dan legislatif.
Sehingga, hal itu menjadikan kekuatan yang ideal dalam agenda pembangunan di Bumi Batiwakkal.
Setiap pihak, menurutnya, telah menjalankan tugas dengan baik, termasuk mendengarkan aspirasi para warga mulai dari kawasan perkotaan hingga kampung.
Sri Juniarsih juga meminta kerja sama forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) untuk memastikan kondusifitas terbangun dengan baik.
Pun demikian dengan para tokoh agama, masyarakat, pemuka adat, dan seluruh elemen masyarakat yang memiliki peran yang sama dalam menjalin persatuan di tengah masyarakat.
“Terima kasih atas kerja samanya selama ini,” pungkasnya. (*/Adv)
