TANJUNG REDEB – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Berau terus memacu langkah untuk meningkatkan kualitas olahraga daerah.
Salah satu fokus utama yang kini diperjuangkan adalah penyediaan fasilitas olahraga modern demi menciptakan kenyamanan atlet saat berlatih sekaligus mendukung lahirnya prestasi.
Ketua KONI Berau, Taupan Madjid, mengatakan, berbagai program pengembangan olahraga telah disusun.
Namun, realisasinya masih terkendala keterbatasan anggaran daerah.
Dengan total 63 cabang olahraga (cabor) yang aktif, kebutuhan pembinaan dan sarana prasarana dinilai cukup besar.
“Kami memiliki banyak program untuk kemajuan olahraga. Tapi kondisi keuangan daerah saat ini belum memungkinkan mengakomodasi seluruh kebutuhan dari 63 cabor,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).
Meski dihadapkan pada keterbatasan tersebut, Taupan memastikan, peningkatan fasilitas tetap menjadi prioritas.
Menurutnya, tanpa dukungan sarana yang memadai, proses pembinaan atlet tidak akan berjalan optimal.
Kabar baiknya, Pemerintah Kabupaten Berau mulai merealisasikan pembangunan sport center tahun ini.
Langkah tersebut mendapat apresiasi dari KONI Berau karena dinilai sebagai kebutuhan mendesak bagi kemajuan olahraga di Bumi Batiwakkal.
“Kami sangat mengapresiasi pembangunan sport center ini. Ini menjadi jawaban atas kebutuhan fasilitas olahraga yang representatif di Berau,” ungkapnya.
Pembangunan sport center tersebut merupakan revisi dari rencana sebelumnya, yakni pada saat pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) belum sempat terealisasi.
Kehadiran fasilitas ini diyakini mampu mengatasi berbagai kendala, terutama keterbatasan kapasitas GOR Pemuda Tanjung Redeb, yang selama ini menjadi pusat kegiatan olahraga.
Taupan menjelaskan, saat event besar digelar, GOR Pemuda kerap tidak mampu menampung penonton.
Kondisi itu tak jarang memicu ketidaknyamanan hingga berpotensi menimbulkan kericuhan.
“Kalau event besar, kapasitas GOR Pemuda sering tidak mencukupi. Ini yang ingin kita benahi lewat pembangunan fasilitas yang lebih layak,” jelasnya.
Besar harapannya pembangunan sport center dapat dilakukan dengan skema multiyears atau tahun jamak.
Mengingat besarnya anggaran yang dibutuhkan, skema tersebut dinilai lebih realistis untuk mewujudkan fasilitas olahraga berstandar.
“Kalau hanya mengandalkan satu tahun anggaran tentu berat. Multiyears jadi solusi agar pembangunan bisa maksimal,” pungkasnya. (*)

