BERAU TERKINI – Perhatian terhadap kesejahteraan pemuka agama menjadi topik sentral dalam pelantikan pengurus Dewan Pengurus Daerah (DPD) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Berau Periode 2025-2030.

Pelantikan tersebut dilangsungkan di Ruang Pertemuan Kakaban, Kantor Setda Berau, Jumat (21/11/2025). 

Acara ini juga dirangkai dengan Pembukaan Latihan Manajemen Dakwah (LMD) tingkat I, yang diikuti oleh 100 peserta dari pengurus masjid di 13 kecamatan se-Berau selama tiga hari ke depan.

Ketua DPD BKPRMI Berau terpilih, Abdurrahman U, menegaskan, pentingnya pemerintah daerah memberikan perhatian lebih terhadap kesejahteraan pemuka agama. 

Ia menilai, para tokoh ini adalah garda terdepan dalam pembinaan moral santri di 314 unit Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) yang menaungi 18.472 murid di Berau.

Saat ini, ustadz dan ustadzah di Berau menerima insentif bulanan senilai Rp1.250.000, yang dibayarkan secara rapel per triwulan. 

BKPRMI mengaspirasikan agar nilai insentif ini dapat dinaikkan sebesar Rp250.000, sehingga yang diterima per bulan mencapai Rp1,5 juta.

“Kenaikan ini akan menambah semangat para pemuka agama untuk menebar kebaikan dan membina akhlak santri,” tutur Abdurrahman.

Selain kenaikan nominal, BKPRMI juga meminta agar pemberian insentif ini disalurkan melalui sistem satu pintu di Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Berau.

Langkah ini dinilai akan menjamin keteraturan pengeluaran anggaran resmi dan meringankan beban administrasi di tingkat kampung.

“Kalau satu pintu, tentu akan memudahkan dalam penyalurannya. Ini hanya aspirasi, semoga dapat dipertimbangkan,” harapnya.

Plt Asisten II Setda Berau, Warji, yang mewakili Bupati Sri Juniarsih, menyatakan, aspirasi tersebut akan ditampung serius dan dipertimbangkan dalam forum pengambilan kebijakan. 

Ia meminta badan terkait untuk intens berkoordinasi dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

Warji juga menyambut baik usulan distribusi insentif melalui satu pintu. 

Ia bersepakat, beban anggaran yang saat ini ditanggung oleh pemerintah kampung seharusnya dapat ditanggung langsung oleh pemerintah daerah.

“Aspirasi ini yang dapat dikawal langsung,” tegas Warji.

Sementara itu, Ketua DPW BKPRMI Kaltim, Akhmed Reza Pahlevi, juga merespons positif. 

Ia mengakui, sudah selayaknya pemuka agama mendapatkan kesejahteraan.

Namun, ia juga menyoroti tantangan fiskal yang dihadapi Kaltim, dengan proyeksi penurunan APBD senilai Rp15 triliun pada 2026. 

“Tapi saya berpesan agar aspirasi ini dapat didengarkan dan dibantu untuk direalisasikan,” pesannya.

Pelantikan pengurus baru DPD BKPRMI Berau ini dihadiri pula oleh Ketua DPP BKPRMI Nanang Jahidin, serta Anggota DPRD Kaltim Syarifatul Syadiah dan Husin Jufri.

Abdurrahman yang kembali memimpin di periode keduanya berharap seluruh pengurus dapat bekerja sama dalam menguatkan program organisasi lima tahun ke depan. 

Ia menekankan peran BKPRMI untuk menjadi arus utama dalam penguatan pembinaan moral anak bangsa dan penciptaan Generasi Emas 2045 melalui pengaktifan rumah ibadah.

“Semoga kehadiran kita memberi dampak positif dalam pembinaan moral anak bangsa,” tutupnya. (*)