BERAU TERKINI – Sedikitnya ada 17 korban penyimpangan seksual yang dilakukan oknum penyandang Duta Budaya Berau. 

Saat ini, Satreskrim Polres Berau masih berupaya mengumpulkan informasi para korban tersangka yang juga merupakan eks Pejuang SIGAP dan Ketua Pokdarwis di salah satu kampung di Kecamatan Tabalar itu. 

Kasi Humas Polres Berau, AKP Ngatijan, mengatakan, saat ini, Opsnal Reskrim Polres Berau bekerja sama dengan Polsek Tabalar mengumpulkan informasi para korban yang ada di wilayah tersebut.

Dari informasi yang diterimanya, sudah ada 17 orang dari kalangan pelajar yang tercatat menjadi korban. Kemudian, ada juga yang berada di Tanjung Redeb dan wilayah lain. 

“Korbannya laki-laki semua. Yang sudah pasti itu ada 17 korban dan itu masih bisa bertambah. Karena korbannya ini sudah banyak menyebar. Ada yang sudah lulus sekolah, ada yang masih kuliah juga,” jelasnya, Kamis (20/11/2025). 

Hanya saja, untuk jumlah keseluruhan masih menunggu hasil dari penyelidikan dari Tim Reskrim Polres Berau. 

Bahkan, tim psikologis dari Balikpapan juga didatangkan untuk melakukan pendampingan dan memeriksa psikologis para korban.

“Mungkin hari ini meluncur ke Tubaan. Pemeriksaan saksi jelas melibatkan tim psikolog karena dikhawatirkan korban mengikuti penyimpangan seksual tersangka,” katanya.

Menurut Ngatijan, penanganan korban harus dilakukan cara yang hati-hati dan bijak. 

Hal itu mengingat penanganan kasus penyimpangan ini tidak bisa dilakukan dengan cara yang biasa.

“Karena penyimpangan seksual ini merupakan penyakit. Dan kami tidak ingin para korban ikut melakukan penyimpangan seperti yang dilakukan tersangka,” paparnya.

Ketika ditanya bagaimana cara tersangka membujuk korbannya, Ngatijan menjawab hal ini masih dalam penyelidikan aparat kepolisian. 

Sebab, banyak korban yang dipanggil masih kaget dan belum bisa memberikan keterangan lengkap.

“Itu masih dalam penyelidikan. Yang jelas akan disampaikan ketika selesai penyelidikan,” pungkasnya. (*)