BERAU TERKINI – Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Berau dipastikan tidak dapat mengisi penuh seluruh slot keberangkatan jemaah haji asal Bumi Batiwakkal pada musim haji 2026.

Dari total 224 kursi yang tersedia untuk keberangkatan menuju tanah suci, tercatat hanya 211 jemaah yang akan berangkat dari Berau.

Jumlah tersebut merupakan hasil akumulasi setelah adanya pengurangan 10 jemaah yang melakukan mutasi keluar daerah, serta penambahan dua jemaah mutasi yang masuk ke Berau.

Kepala Sub Bagian (Kasubag) Tata Usaha Kantor Kemenhaj Berau, Hindun Nahdiani, membeberkan, kondisi ini terjadi akibat kebijakan baru terkait sistem antrean jemaah haji cadangan yang kini diakumulasi secara menyeluruh dalam satu provinsi.

Berdasarkan sistem tersebut, jemaah haji cadangan asal Berau berada pada nomor urut yang lebih tinggi dibandingkan daerah lain.

Sehingga, slot kursi yang tersisa harus dialokasikan kepada jemaah cadangan dari kabupaten/kota lain di Kalimantan Timur.

Akibatnya, sebanyak 15 jemaah haji cadangan asal Berau harus kembali menunggu giliran pada musim haji tahun depan.

“Karena penghitungannya sekarang seperti itu, jemaah cadangan dihitungnya dari daerah se-Kaltim,” ungkap Hindun saat ditemui awak media pada Jumat (6/2/2026).

Mengenai data jemaah yang keluar dari embarkasi Balikpapan, Hindun merincikan, satu orang pindah keberangkatan ke Samarinda dan lima orang ke Balikpapan. 

Sementara itu, empat jemaah lainnya melakukan mutasi terjauh menuju embarkasi Sulawesi.

Seluruh data mutasi tersebut dipastikan telah mendapatkan konfirmasi resmi, baik dari jemaah yang bersangkutan maupun pihak keluarga.

Saat ini, sebanyak 211 calon jemaah haji yang terdaftar sedang mengikuti proses manasik atau pembekalan di level kecamatan yang telah dimulai sejak Rabu (4/2/2026). 

Pelaksanaan manasik ini dibagi ke dalam dua kelompok besar, yakni jemaah yang berdomisili di wilayah Tanjung Redeb dan kelompok gabungan jemaah dari 12 kecamatan lainnya.

“Kami sudah manasik di tingkat kecamatan,” jelas Hindun.

Sesuai jadwal yang telah disusun, manasik haji tingkat kabupaten akan digelar pada 16 Februari sebagai persiapan akhir sebelum jadwal keberangkatan resmi pada 15 Mei 2026. 

Seluruh jemaah nantinya akan transit dan menginap selama satu malam di mes haji embarkasi Balikpapan sebelum diberangkatkan menuju Jeddah, Arab Saudi, pada keesokan harinya. (*)