BERAU TERKINI – Bupati Berau, Sri Juniarsih, blak-blakan mengungkapkan keresahannya terhadap fenomena masyarakat yang masih terjebak dalam budaya “tangan di bawah” atau terus-menerus menggantungkan harapan pada bantuan pemerintah.

Pesan menohok ini disampaikannya saat melantik lima pimpinan baru Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Berau di Ruang Sangalaki, Kantor Setda Berau, Senin (12/1/2026).

Sambil memeragakan gestur tangan meminta, bupati perempuan pertama di Bumi Batiwakkal ini menegaskan, bantuan bukanlah solusi permanen, melainkan stimulus untuk memicu kemandirian.

“Memang PR-nya saat ini masyarakat kita masih sering begini (memeragakan cara meminta),” ujar Sri Juniarsih.

Ia menambahkan, sejatinya setiap bantuan, khususnya bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM), harus dimanfaatkan secara maksimal untuk mengembangkan usaha agar roda ekonomi keluarga bisa berputar secara mandiri.

Sri Juniarsih menekankan, indikator keberhasilan sebuah program bantuan tidak boleh hanya dilihat dari angka penyaluran semata.

Menurutnya, komitmen untuk berkembang adalah kunci agar bantuan modal maupun peralatan tidak menguap begitu saja. 

“Jadi, program itu diukur bukan dari banyaknya yang dibantu, tetapi diukur dari peningkatan taraf ekonominya,” tegasnya. 

Sri Juniarsih berharap ke depannya para penerima bantuan saat ini bisa segera mandiri, sehingga alokasi bantuan berikutnya dapat dialihkan kepada pelaku usaha lain yang lebih membutuhkan.

Untuk mewujudkan kemandirian tersebut, Sri Juniarsih menawarkan solusi konkret berupa pola kerja sama dengan para praktisi bisnis profesional. 

Ia berencana mendatangkan tenaga ahli yang bisa memberikan pendampingan usaha secara berkelanjutan di Berau. 

Komitmen ini bahkan mencakup penyediaan fasilitas bagi para pendamping tersebut agar mereka bisa fokus mengedukasi pedagang lokal. 

“Kalau bisa, kita siapkan rumah untuk praktisi itu. Kita berikan honor, tapi beri pendampingan secara serius pelaku UKM-nya,” tegas Sri Juniarsih.

Pendidikan yang diberikan nantinya tidak hanya menyasar aspek teknis bisnis, tetapi juga perbaikan mental agar para pedagang memiliki daya juang tinggi. 

Selain itu, Sri Juniarsih juga meminta sinergi yang lebih tajam antara pemerintah dan BAZNAS Berau. 

Ia menginginkan agar dana umat yang dikelola tidak dibiarkan mengendap begitu saja di rekening organisasi. 

Dana tersebut harus segera diputar untuk mendukung program prioritas pemerintah, terutama dalam menekan angka kemiskinan yang saat ini mencapai 12,5 ribu jiwa di Berau.

Sebagai kepala daerah yang memberikan SK kepada pengurus BAZNAS, ia mengingatkan agar lembaga tersebut menjadi solusi nyata bagi masyarakat miskin melalui program-program yang tepat sasaran. 

“Ini harus difungsikan sebagaimana mestinya, asal tidak melanggar aturan, itu harus segera dikeluarkan,” tutupnya. (*)