BERAU TERKINI – Komitmen memperkuat sektor pariwisata sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat terus ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Berau bersama PT Berau Coal.
Sinergi kedua pihak kembali diwujudkan melalui peresmian Dermaga Wisata Gunung Tabur yang berdiri strategis di depan Museum Batiwakkal. Salah satu ikon sejarah dan budaya Kabupaten Berau.
Kehadiran dermaga wisata ini menjadi langkah konkret dalam melengkapi infrastruktur pendukung destinasi wisata berbasis sejarah, budaya, dan wisata sungai.
Tidak hanya memperindah kawasan, fasilitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya tarik Gunung Tabur sebagai tujuan wisata, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat.
Camat Gunung Tabur, Lutfi Hidayat, mengapresiasi perhatian dan dukungan Pemkab Berau bersama PT Berau Coal dalam penataan kawasan wisata di wilayahnya.
Ia menilai, pembangunan pedestrian di sekitar Museum Batiwakkal telah membawa perubahan signifikan terhadap wajah kawasan yang kini tampak lebih tertata dan representatif.
“Pembangunan pedestrian ini merupakan langkah nyata dalam penataan kawasan wisata, khususnya di sekitar Museum Batiwakkal yang selama ini menjadi pusat berbagai aktivitas masyarakat,” ujarnya, Rabu (24/12/2025).

Menurut Lutfi, kawasan tersebut kini semakin nyaman dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga lansia.
Museum Batiwakkal pun tak lagi hanya berfungsi sebagai destinasi wisata sejarah, tetapi berkembang menjadi ruang publik yang aktif dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan budaya, sosial, hingga wisata sungai.
“Kehadiran pedestrian ini semakin memperkuat fungsi kawasan sebagai ruang publik yang inklusif,” tambahnya.
Dia menilai, Dermaga Wisata Gunung Tabur akan menjadi pengungkit utama pengembangan wisata berbasis masyarakat.
Selain menunjang transportasi lokal, dermaga ini membuka akses strategis bagi wisata sungai dan kunjungan wisatawan ke kawasan Gunung Tabur.
Apalagi, di sekitar kawasan telah tumbuh pelaku UMKM, rencana pengembangan wisata kuliner, serta kelompok sadar wisata (Pokdarwis) yang aktif menyusun paket-paket wisata.
“Dermaga ini bukan sekadar infrastruktur, tetapi menjadi pintu masuk pengembangan ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, General Manager Operational Support and Relations PT Berau Coal, Cahyo Andrianto, menegaskan komitmen perusahaan untuk terus tumbuh dan hadir bersama masyarakat serta Pemkab Berau.
“Hari ini kita menyaksikan peresmian Dermaga Wisata Gunung Tabur, sebuah fasilitas yang kami harapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendorong kemajuan pariwisata daerah,” ujarnya.
Dia menjelaskan, pembangunan dermaga wisata merupakan bagian dari Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Berau Coal yang berfokus pada penguatan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pengembangan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Cahyo juga mengingatkan, pada 2019, PT Berau Coal telah meresmikan Landmark Gunung Tabur sebagai upaya memperkuat identitas daerah dan daya tarik wisata.
Pembangunan dermaga wisata tahun ini menjadi kelanjutan dari komitmen kebersamaan perusahaan dengan masyarakat Gunung Tabur.
“Dermaga ini dibangun untuk meningkatkan aksesibilitas wisata melalui jalur air, mempermudah kunjungan wisatawan, sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat sekitar,” jelasnya.
Tak hanya menghadirkan infrastruktur, pada momentum peresmian ini PT Berau Coal juga menyalurkan berbagai bantuan sosial dan ekonomi.
Di antaranya pemberian beasiswa pendidikan kepada 22 mahasiswa Politeknik Sinar Mas Berau Coal dan 20 mahasiswa Institut Teknologi Sinar Mas Berau Coal (ITSB), khususnya bagi putra-putri daerah Kecamatan Gunung Tabur.
“Ini merupakan bentuk investasi jangka panjang dalam pengembangan sumber daya manusia di Gunung Tabur,” katanya.
Selain itu, perusahaan juga menyerahkan bibit kakao, bibit tanaman penaung, serta sarana produksi untuk pengembangan kebun kakao seluas 138 hektare sebagai upaya penguatan ekonomi masyarakat berbasis pertanian dan perkebunan.
Dukungan bagi pelaku UMKM turut diwujudkan melalui penyediaan gerobak UMKM di kawasan Tepian Gunung Tabur.
“Keberhasilan pengembangan pariwisata sangat bergantung pada kolaborasi pemerintah daerah, masyarakat, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga serta mengelola fasilitas ini secara berkelanjutan,” paparnya.
Bupati Berau, Sri Juniarsih, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara Pemkab Berau dan PT Berau Coal dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di sektor pariwisata dan pemberdayaan masyarakat.
“Saya mengucapkan terima kasih sebanyak banyaknya kepada PT Berau Coal yang telah banyak mendukung kegiatan di Kabupaten Berau,” kata Sri Juniarsih.
Menurutnya, pembangunan pedestrian Museum Batiwakkal dan Dermaga Wisata Gunung Tabur merupakan contoh kolaborasi ideal antara pemerintah dan dunia usaha.
“Infrastruktur ini tidak hanya mempercantik kawasan, tetapi juga membuka ruang ekonomi, sosial, dan budaya bagi masyarakat,” ujarnya.
Sri Juniarsih berharap seluruh fasilitas yang telah dibangun dapat dijaga dan dimanfaatkan secara optimal agar memberikan dampak berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat serta kemajuan pariwisata Bumi Batiwakkal.
“Dengan kebersamaan dan semangat gotong royong, kami optimistis Gunung Tabur akan tumbuh sebagai destinasi wisata unggulan yang berdaya saing dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal,” pungkasnya. (*/Adv)
