BERAU TERKINI – Peredaran beras oplosan yang meningkat di pasaran mendapat sorotan tajam dari Anggota DPRD Kalimantan Timur, Sigit Wibowo. Ia menyebut praktik ini sebagai kejahatan terstruktur yang merusak kepercayaan terhadap sistem distribusi pangan nasional.

“Ini bukan sekadar soal penipuan dagang, tapi sudah masuk kategori kejahatan ekonomi yang memukul rakyat kecil,” kata Sigit.

Ia menilai lemahnya pengawasan dari hulu ke hilir menjadi pintu masuk bagi pelaku nakal untuk memanipulasi kualitas beras. Sigit bahkan menyamakan modus ini dengan praktik pengoplosan bahan bakar.

Ia mendesak pemerintah agar tidak hanya bertindak reaktif setelah kasus ini menjadi sorotan publik. “Kita butuh pengawasan yang sistematis dan sanksi tegas agar ada efek jera bagi pelaku,” tambahnya.

Sigit juga mengingatkan, dampak dari beras oplosan tidak hanya merugikan ekonomi, tetapi juga membahayakan kesehatan. Oleh karena itu, ia mendorong masyarakat dilibatkan dalam proses pengawasan dengan menyediakan saluran pengaduan.

“Pemerintah harus hadir sebagai pelindung konsumen. Kalau masyarakat menemukan kejanggalan, aduannya harus cepat ditindaklanjuti. Jangan biarkan rakyat berjuang sendirian menghadapi mafia pangan ini,” tutupnya. (Ftr/Adv/DPRD Kaltim)