BERAU TERKINI — Pemerintah Kabupaten Berau memastikan komitmennya untuk melanjutkan program pemberian seragam gratis bagi siswa baru di tingkat SD dan SMP pada tahun ajaran mendatang.
Program ini menjadi salah satu agenda prioritas guna mendukung pemerataan akses pendidikan di Bumi Batiwakkal.
Kepala Dinas Pendidikan Berau, Mardiatul Idalisah, menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan alokasi anggaran khusus untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Meskipun proses pendataan siswa secara detail masih terus berjalan, Disdik telah mengantongi estimasi kebutuhan berdasarkan jumlah lulusan dari jenjang pendidikan sebelumnya.

“Untuk SMP kita hitung dari siswa kelas 6 SD yang baru lulus. Begitu juga untuk SD kita sudah punya data rombongan belajar yang akan diterima di satuan pendidikan,” ujar Mardiatul.
Mardiatul mengakui, kendala teknis yang dihadapi saat ini adalah ketersediaan data detail mengenai ukuran seragam masing-masing siswa.
Oleh karena itu, proses pengukuran baru akan dilakukan secara masif setelah seluruh tahapan pendaftaran siswa baru tuntas dilaksanakan.
Mengingat proses produksi membutuhkan waktu, Dinas Pendidikan memberikan kelonggaran bagi para siswa baru selama masa transisi.
Selama sekitar satu bulan pertama, siswa diperbolehkan mengenakan seragam sekolah lama atau pakaian bebas yang sopan dan pantas.
“Nanti setelah pendaftaran baru dilakukan pengukuran. Sementara waktu, sekitar satu bulan, siswa boleh menggunakan baju lama atau pakaian bebas yang pantas sebelum seragam dibagikan,” jelasnya.
Terkait kesiapan finansial, Mardiatul memastikan anggaran pengadaan untuk jenjang wajib belajar sembilan tahun tersebut dalam posisi aman.
Total anggaran untuk tingkat SD mencapai Rp9 miliar, sedangkan untuk tingkat SMP dialokasikan sebesar Rp7 miliar.
Setiap paket seragam akan berisi perlengkapan yang cukup lengkap, mulai dari seragam nasional, pramuka, hingga batik.
Selain itu, siswa juga akan menerima perlengkapan pendukung seperti tas sekolah, dasi, dan topi, meski tidak mencakup alas kaki atau sepatu.
“Seragamnya lengkap, ada merah putih, pramuka, batik, dan perlengkapan sekolah seperti tas. Tapi untuk sepatu tidak kita anggarkan,” tambahnya.
Berbeda dengan SD dan SMP, pengadaan seragam untuk jenjang Taman Kanak-Kanak (TK) dengan anggaran sekitar Rp1,5 miliar masih harus menunggu pembahasan dalam perubahan APBD.
Hal ini disebabkan adanya kendala administratif pada rekening sebelumnya yang menghambat realisasi dalam waktu dekat.
Mengenai seragam batik, Dinas Pendidikan telah menyiapkan batik motif umum yang akan diseragamkan bagi seluruh siswa di Kabupaten Berau.
Kendati demikian, sekolah tetap diberikan ruang jika ingin memiliki batik identitas khusus, asalkan kebijakan tersebut bersifat opsional dan tidak memberatkan para wali murid.
“Batik yang kita siapkan adalah batik umum. Kalau sekolah ingin punya batik identitas sendiri silakan, sepanjang tidak memaksakan,” pungkasnya. (*)

