BERAU TERKINI – Sukses mengamankan infrastruktur di Sungai Kelay, Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, kini mulai mengalihkan fokus untuk melindungi aset vital lainnya di Bumi Batiwakkal.
Seno Aji secara resmi menginstruksikan jajarannya untuk segera menyusun kajian pembangunan pilar pengaman atau fender Jembatan Gunung Tabur.
Rencana besar ini mencuat usai Seno Aji meninjau langsung hasil pengerjaan fender Jembatan Sambaliung yang telah rampung pada Selasa (10/2/2026).
Melihat efektivitas perlindungan pilar baja di Sambaliung, Seno Aji menilai skema serupa sangat mendesak untuk diterapkan di Jembatan Gunung Tabur guna mengantisipasi risiko hantaman kapal di lintasan Sungai Segah.
“Kita lihat aktivitasnya di Sungai Segah, yang jelas kami ingin amankan aset yang sudah dibangun,” tegas Seno Aji.
Seno Aji telah memerintahkan jajaran teknis terkait agar memastikan proses kajian berjalan maksimal.
Pengamanan aset dianggap sebagai investasi jangka panjang untuk menghindari kerusakan fatal yang dapat melumpuhkan ekonomi daerah.
Sebagai gambaran keberhasilan, proyek pengaman di Jembatan Sambaliung yang baru saja ditinjau menggunakan spesifikasi pipa baja berdiameter 1.000 milimeter.
Struktur tersebut dibangun dengan alokasi anggaran Rp34 miliar dan diproyeksikan mampu menahan benturan kapal tongkang maupun armada besar lainnya.
Kekuatan struktur ini yang nantinya akan menjadi referensi standar untuk proteksi Jembatan Gunung Tabur.
“Sangat proporsional, nampak sangat kuat,” puji Seno Aji saat melihat hasil pengerjaan di Sambaliung yang kini menjadi benteng bagi urat nadi transportasi menuju pesisir selatan Berau tersebut.
Dengan adanya rencana perlindungan bagi Jembatan Gunung Tabur, Pemprov Kaltim menunjukkan komitmen serius dalam menjaga konektivitas antarwilayah di Kabupaten Berau.
Sinergi pengamanan aset ini diharapkan membuat seluruh jembatan utama di Berau memiliki ketahanan tinggi terhadap aktivitas pelayaran yang kian padat di Sungai Segah maupun Sungai Kelay. (*)
