BERAU TERKINI – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau menyatakan kesiapannya dalam menghadapi lonjakan kunjungan wisatawan selama musim libur Lebaran tahun ini.
Berbagai langkah strategis telah disiapkan guna memastikan seluruh objek wisata di Bumi Batiwakkal mampu menampung antusiasme pengunjung dengan standar pelayanan yang maksimal.
Sekretaris Disbudpar Berau, Samsiah Nawir, mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten Berau telah menjalin koordinasi intensif dengan para kepala kampung, pengelola daya tarik wisata, hingga pelaku usaha pariwisata.
Sebagai langkah awal, pihaknya telah mengirimkan surat imbauan resmi guna menyelaraskan persepsi dalam menyambut para pelancong.

Selain koordinasi internal, Disbudpar juga aktif terlibat dalam rapat koordinasi yang diselenggarakan Polres Berau terkait pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.
Sinergi ini bahkan diperkuat dengan mengikuti arahan langsung dari Kapolda Kaltim serta pemerintah provinsi, baik secara daring maupun luring.
“Rakor ini telah diikuti semua unsur keamanan, baik tingkat kabupaten dan kecamatan, serta instansi terkait guna memastikan persiapan di destinasi wisata siap dari sisi layanan prima, keamanan, dan kenyamanan bagi wisatawan,” jelas Samsiah.
Di samping fokus pada aspek keamanan, Disbudpar juga memberikan perhatian besar pada kelestarian lingkungan.
Wisatawan diimbau untuk menjadi pengunjung yang bertanggung jawab dengan menjaga kebersihan, mengelola sampah masing-masing secara mandiri, serta berupaya meminimalisir penggunaan sampah plastik di area wisata.
Kepatuhan terhadap aturan atau Standard Operating Procedure (SOP) di setiap destinasi juga menjadi poin yang ditekankan demi menjamin keselamatan bersama.
Samsiah secara khusus mengingatkan para orang tua agar tidak lengah dalam memantau aktivitas anggota keluarga mereka selama berada di lokasi keramaian.
“Untuk yang membawa anak-anaknya agar ketat mengawasi anaknya,” pesan Samsiah.
Ia juga mengajak seluruh wisatawan untuk bersama-sama menjaga keasrian destinasi wisata dengan menjauhi tindakan tidak terpuji seperti grafiti maupun vandalisme.
Melalui kesadaran kolektif ini, diharapkan objek wisata di Berau tetap indah dan nyaman untuk dinikmati dalam jangka panjang.
Samsiah berharap wisatawan turut serta menggerakkan roda ekonomi lokal. “Jangan lupa support UMKM dengan membeli produknya,” pungkasnya. (*)

