BERAU TERKINI – Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Shemmy Permata Sari, menyoroti kenaikan Indeks Ketimpangan Gender (IKG) di Kaltim. Ia meminta Pemerintah Kaltim mengambil langkah perbaikan yang konkret. Kenaikan IKG sebesar 0,027 poin pada 2024 dinilai sebagai tren yang sangat negatif.

Menurut Shemmy, kenaikan IKG menunjukkan upaya mencapai kesetaraan gender di Kaltim justru mengalami kemunduran. Ia mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi ini.

“Kenaikan angka IKG ini menjadi indikasi bahwa kesetaraan gender kita malah menurun. Ini adalah fenomena yang harus segera kita perbaiki,” ujarnya.

Shemmy mengidentifikasi beberapa faktor yang memengaruhi tingginya IKG. Faktor itu termasuk kurangnya pemberdayaan perempuan, terbatasnya peran perempuan dalam pemerintahan, dan pernikahan dini. Selain itu, juga menurunnya akses terhadap kesehatan reproduksi.

Ia menegaskan, sebagai wakil rakyat perempuan, tugasnya adalah menekan angka IKG agar kembali turun. Ia juga mengungkapkan pentingnya memberikan ruang lebih besar bagi perempuan untuk berkontribusi dan memiliki peran strategis di segala bidang.

“Kami sebagai wakil rakyat perempuan punya tanggung jawab untuk memastikan bahwa perempuan-perempuan di Kaltim dapat berkontribusi lebih besar, memiliki peran strategis, dan diberdayakan lebih maksimal,” katanya.

Shemmy optimistis, melalui kolaborasi antara pemerintah, legislatif, serta masyarakat, angka IKG dapat ditekan.

“Kami akan terus bekerja keras untuk memperjuangkan hak perempuan agar lebih dihargai, diberdayakan, dan diberikan kesempatan yang setara di semua sektor,” pungkasnya. (Ftr/Adv/DPRD Kaltim)