TABALAR – Jalan berkelok dan berlubang memberi pengalaman tersendiri bagi Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, dan Wagub Seno Aji, kala melintasi ruas jalan Talisayan menuju Tanjung Redeb.
Pria yang akrab disapa Harum ini merasakan langsung sensasi menyetir mobil sendiri dari wilayah pesisir selatan Berau tersebut.
Pengalaman itu diungkapkan Harum saat meninjau pembangunan infrastruktur jalan ruas Talisayan menuju Tanjung Redeb segmen ketiga, Selasa (15/7/2025) sore.
Dia mengeluhkan kondisi jalan yang cenderung berkelok dapat membahayakan para pengguna jalan.
“Goyang-goyang kita dalam mobil,” kata Harum yang menyetir mobil Land Cruiser berplat KT 1 tersebut.
Menurutnya, diperlukan kajian strategis yang dapat memangkas perjalanan agar lebih singkat dan tak berkelok. Namun, dengan catatan, tetap memenuhi standar keselamatan bagi pengguna jalan.
“Kalau bisa itu bisa dipangkas, ambil jalan yang bisa lurus, tembak langsung ke titik kampung,” sarannya.
Dia juga merencanakan pembangunan jalan yang menghubungkan Sangkulirang, Kutai Timur, menuju Talisayan-Batu Putih.
Wacananya, demi memangkas perjalanan, Harum menginginkan sentuhan pembangunan infrastruktur yang melintasi jalur perkebunan sawit perusahaan.
Hal ini diyakini akan mempermudah para pengguna jalan untuk dapat sampai ke destinasi wisata Biduk-Biduk atau yang ingin cepat sampai ke Berau.
“Jangan sampai kita membangun jalan itu muter-muter, enggak selesai-selesai pembangunan,” tuturnya.
Pemangkasan rute tersebut, selain memberikan hak pembangunan infrastruktur bagi warga Kaltim, juga dapat menekan angka pengeluaran pemerintah untuk pembangunan jalan.
Diketahui, proyek jalan Talisayan-Tanjung Redeb Segmen 3 dikerjakan pembangunan jalan beton sepanjang 5 kilometer.
Pemprov Kaltim mengucurkan anggaran Rp61,3 miliar untuk menuntaskan segmen tersebut, di mana saat ini progresnya baru mencapai 12 persen.
Dari semua segmen, akan terbangun lintasan jalan beton sepanjang 17,6 kilometer di sepanjang ruas Talisayan-Tanjung Redeb yang menelan biaya Rp217 miliar dari APBD Kaltim.
“Ini anggaran fantastis, bisa berapa kawin kita kalau anggarannya segitu,” kelakar Harun.
Bupati Berau, Sri Juniarsih, berharap agar program pembangunan jalan menuju pesisir dapat berjalan sesuai harapan.
Dia meyakini pembangunan jalan menjadi kunci peningkatan ekonomi daerah dari industri pariwisata.
“Semoga ditambah lagi sama Pak Gubernur Harum,” harap dia.
Pihaknya juga akan terus membangun koordinasi secara intens dengan Pemprov Kaltim agar dapat menambah bantuan keuangan untuk pembangunan infrastruktur jalan.
“Tentu akan kami kawal program ini, kami punya banyak anggota dewan di Kaltim,” sebutnya. (*)
