BERAU TERKINI – Fakta mengkhawatirkan diungkap oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kalimantan Timur.

Rata-rata, tercatat ada empat hingga lima orang, yang didominasi perempuan dan anak, menjadi korban kekerasan baru setiap harinya di provinsi ini.

Angka harian ini merupakan hasil rata-rata dari total 916 kasus kekerasan dengan 936 korban yang dilaporkan melalui aplikasi Simfoni PPA, terhitung sejak Januari hingga akhir Agustus 2025.

Kepala DP3A Kaltim, Noryani Sorayalita, membenarkan data yang memprihatinkan tersebut.

“Artinya, 4–5 orang per hari yang mengalami kekerasan,” jelas Soraya belum lama ini.

Ia menegaskan bahwa angka yang tercatat ini kemungkinan besar hanyalah puncak dari gunung es. Banyak kasus di lapangan yang tidak terlaporkan akibat stigma dan rasa malu di tengah masyarakat.

“Itu pun hanya yang terlaporkan, kemungkinan di lapangan jumlahnya lebih besar,” tambahnya.

Dengan jumlah kasus yang sudah sangat tinggi padahal tahun belum berakhir, Soraya menekankan perlunya pergeseran fokus dari sekadar penanganan menjadi upaya pencegahan yang lebih masif.

“Artinya, perhatian kita tidak hanya pada penanganan, tapi juga pada pencegahan,” ujarnya.

Menurutnya, maraknya berbagai bentuk kekerasan ini merupakan masalah serius yang mengganggu kehidupan sosial dan membutuhkan kepedulian dari seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya pemerintah.

“Kita semua harus peduli terhadap kekerasan, baik yang menimpa perempuan maupun anak,” tegas Soraya. (*)