TANJUNG REDEB – Setelah ditutup selama setahun, Pulau Kakaban siap menyambut wisatawan bulan depan. Rencananya, Februari 2025 ini, Pulau Kakaban akan dibuka kembali untuk umum.
Kabar tersebut dihembuskan oleh Ketua Pokdarwis Batu Payung, Adriansyah. Ia menyebut telah berkoordinasi dengan pihak pemerintah mulai dari level kabupaten hingga kepala kampung.
Pembahasannya masih terus berproses hingga nantinya resmi dibuka secara umum pada bulan depan.
“Sudah ada pertemuan beberapa kali, kabarnya memang bulan depan,” kata Adri, Senin (27/1/2025).
Kendati bakal dibuka untuk umum, banyak pelajaran dipetik saat Pulau Kakaban dibuka dengan jumlah kunjungan tak dibatasi.
Diketahui, sejak Desember 2023 lalu, Kakaban ditutup untuk umum. Kala itu, ubur-ubur langka tak lagi muncul menemani wisatawan berenang.
Hal ini diakibatkan oleh ulah wisatawan yang berenang menggunakan bahan kimia yang melekat di badan, seperti sunblok yang mengandung kimia berbahaya untuk habitat ubur-ubur langka tersebut.
Setidaknya, tiga kali penelitian dilakukan selama setahun ditutup, oleh peneliti dari Universitas Mulawarman Samarinda dan peneliti ahli lainnya.
Adri menyampaikan, saat dibuka nantinya para wisatawan akan dihadapkan dengan aturan yang ketat. Menjadi standar operasional yang harus dilalui jika ingin berenang di kawasan pulau terluar Bumi Batiwakkal itu. Pun dengan jumlah wisatawan yang bisa berkunjung akan dibatasi, tak bakal sama dengan Kakaban beberapa tahun lalu.
“Sudah tidak jadi mass tourism, tapi quality tourism,” ungkapnya.
Pihaknya pun saat ini telah gencar menyampaikan edukasi kepada setiap wisatawan yang ia temani berkeliling ke gugusan pulau di Kepulauan Derawan itu.
Dengan menyiratkan pesan, pembukaan perdana pasca ditidurkan setahun lebih akan menjadikan Pulau Kakaban sebagai destinasi wisata eksklusif.
“Kami sudah mulai aktif promosikan ke wisatawan,” ucapnya.
Dirinya berharap, dengan dibukanya destinasi wisata unggulan tersebut dapat membuka peluang rezeki bagi pelaku wisata di Berau.
“Banyak yang mau ke sana pas masih ditutup, tapi memang kami larang,” ujarnya.
Dikonfirmasi kembali ihwal jadwal peluncurannya, Adri menegaskan destinasi itu dibuka tak lama usai gelaran Maratua Run, pada 14 Februari 2025 mendatang.
“Tak lama itu setelah Maratua Run,” terang dia. (*)
