BERAU TERKINI – Realisasi APBD Berau 2025 menjadi catatan serius bagi pemerintah daerah.
Dari total pagu sebesar Rp6,040 triliun, anggaran yang berhasil direalisasikan hanya menyentuh angka Rp5,4 triliun atau setara dengan 89,7 persen.
Kondisi ini menyisakan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) yang cukup besar, yakni mencapai Rp622 miliar.
Kenyataan bahwa anggaran jumbo tersebut tidak terserap maksimal membuat Bupati Berau, Sri Juniarsih, bereaksi keras.
Ia menyayangkan dana yang seharusnya bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat justru mengendap.
“Mohon kepada semua OPD, ini harus jadi atensi,” tegas Sri Juniarsih.
Menurutnya, anggaran besar yang dikelola Pemkab Berau sejatinya dapat dimanfaatkan untuk menggeber program yang pro-rakyat melalui kreasi dan inovasi yang cermat dari setiap pimpinan instansi.
“Kita harus evaluasi kembali terkait dengan kondisi ini,” tambahnya.
Memasuki 2026, tantangan yang dihadapi dipastikan jauh lebih berat mengingat kondisi anggaran tahun ini yang cenderung terjun bebas atau lebih minimalis dibandingkan tahun sebelumnya.
Sri Juniarsih pun mendorong seluruh OPD untuk lebih kreatif dalam menyusun strategi.
Ia juga meminta setiap kepala dinas mampu menakar skala prioritas kegiatan agar tepat sasaran.
“Anggaran yang ada saat ini harus bisa diserap 100 persen,” kata Sri Juniarsih.
Dalam rapat koordinasi yang mengumpulkan seluruh camat dan kepala OPD, Sri Juniarsih menekankan pemilihan kegiatan tahun ini harus dilakukan dengan sangat selektif.
Sektor pendidikan dan kesehatan dipastikan tetap menjadi garda terdepan program prioritas pemerintah.
“Tetap itu yang harus mendapat porsi yang sesuai dengan aturan perundangan,” sebut Bupati Berau dua periode tersebut.
Secara spesifik, Sri Juniarsih mencontohkan efisiensi pada sektor pendidikan.
Ia menekankan, pembangunan sekolah hanya akan diberikan untuk sarana ruang belajar yang mengalami kerusakan nyata.
Sementara itu, usulan pembangunan pagar akan dikecualikan karena dianggap tidak memengaruhi proses kegiatan belajar mengajar secara langsung.
“Skala ini yang penting untuk diukur,” pesannya.
Di tengah keterbatasan anggaran ini, Sri Juniarsih juga menginstruksikan anak buahnya untuk jeli melihat peluang dalam meningkatkan nilai APBD Berau, mulai dari optimalisasi pajak hingga pengembangan sektor wisata di Bumi Batiwakkal.
Ia menegaskan, semua OPD harus melek terhadap promosi pariwisata agar pundi-pundi pendapatan daerah bisa terus bertumbuh.
Selain itu, pengembangan ekonomi kreatif dan UMKM tetap menjadi tameng utama dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.
“Ini harus jadi atensi semua OPD,” pungkasnya. (*)
