BERAU TERKINI – Fenomena serangan buaya di Kabupaten Berau mendapat perhatian serius Anggota DPRD Berau, Gideon Andris.

Konflik antara manusia dan satwa liar yang terjadi akhir-akhir ini kian mengkhawatirkan dan membutuhkan penanganan terpadu.

Politisi Partai Gerindra ini mengungkapkan, dirinya kerap kali menerima laporan adanya warga yang diserang buaya. 

Terbaru, ada warga di Kelurahan Karang Ambun, Kecamatan Tanjung Redeb, nyaris kehilangan nyawa akibat diterkam buaya saat mencuci motor di halaman rumahnya saat banjir.

Anggota DPRD Berau, Gideon Andris.
Anggota DPRD Berau, Gideon Andris.

“Sudah membahayakan. Dan memang harus segera ada penanganan,” katanya, Rabu (25/2/2026).

Kondisi ini memicu keresahan di tengah masyarakat. Ia menilai pemerintah daerah perlu segera mengambil langkah konkret agar konflik tidak semakin meluas.

Di sisi lain, ia juga mengakui, buaya merupakan satwa dilindungi dan bagian dari ekosistem alami di wilayah sungai dan pesisir Berau.

Tetapi, perlu juga ada keseimbangan antara upaya konservasi dan perlindungan keselamatan warga.

“Perlu juga kajian populasi, pemetaan titik rawan, hingga opsi relokasi atau penangkaran perlu dipertimbangkan sebagai solusi jangka panjang. Kalau perlu buat penangkaran sendiri,” jelasnya.

Tak hanya itu, Dion juga menyoroti pentingnya edukasi kepada masyarakat, terutama warga yang tinggal di bantaran sungai.

Pemasangan rambu peringatan, sosialisasi aktivitas aman di sekitar perairan, pengawasan jalur kemunculan buaya, serta sistem pelaporan cepat menjadi langkah mitigasi yang dinilai mendesak.

Ia berharap koordinasi lintas sektor segera dilakukan agar penanganan konflik manusia dan satwa liar dapat berjalan terukur.

“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama,” pungkasnya. (*)