BERAU TERKINI — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Berau memastikan bahwa proses perbaikan tulisan ikonik “Berau” yang terletak di kawasan Tepian Ahmad Yani telah tuntas dilakukan.
Fasilitas yang menjadi salah satu titik swafoto favorit warga ini sebelumnya sempat mengalami kerusakan pada beberapa bagian hurufnya.
Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Berau, Junaidi, menyampaikan, penanganan kerusakan tersebut dilakukan secara intensif dan telah dinyatakan rampung pada hari ini.
Kembalinya kemegahan tulisan tersebut diharapkan dapat menjaga estetika kawasan tepian sungai yang menjadi pusat keramaian di Tanjung Redeb.

“Kerusakan tulisan itu pada hari ini sudah selesai diperbaiki,” ujar Junaidi, Selasa (7/4/2026).
Junaidi menjelaskan, kerusakan pada fasilitas publik tersebut sebenarnya bukan kali pertama terjadi.
Berdasarkan catatan dinas, pada Juni 2024, beberapa huruf pada tulisan itu ditemukan pecah dan langsung mendapatkan penanganan perbaikan.
Namun, belum lama berselang, tepatnya pada September 2024, tulisan tersebut kembali mengalami kerusakan yang cukup parah.
Penyebabnya saat itu diketahui akibat benturan kendaraan yang sedang bergerak mundur di sekitar lokasi tersebut, sehingga memaksa pihak PUPR untuk kembali melakukan renovasi.
“Waktu itu sudah diperbaiki, tapi kemudian rusak lagi pada September karena terkena kendaraan yang mundur, sehingga kami lakukan perbaikan kembali, tapi ternyata ini rusak lagi,” jelasnya.
Mengingat seringnya terjadi kerusakan baik karena faktor teknis maupun kelalaian, Junaidi melayangkan imbauan keras kepada seluruh lapisan masyarakat.
Ia berharap warga maupun pengunjung memiliki kesadaran tinggi untuk turut menjaga fasilitas umum yang telah dibangun dengan anggaran daerah tersebut.
Menurutnya, tulisan ikonik tersebut bukan sekadar hiasan, melainkan representasi wajah Kabupaten Berau bagi siapa saja yang berkunjung.
Oleh karena itu, rasa memiliki dari masyarakat sangat diperlukan agar aset tersebut tetap terjaga keindahannya dalam jangka panjang.
“Kami mengimbau agar masyarakat memiliki rasa memiliki dan ikut menjaga aset bersama. Ini juga merupakan wajah kita bersama,” pungkasnya. (*)

