BERAU TERKINI — Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Berau dipastikan berhenti beroperasi untuk sementara waktu mulai Senin (6/4/2026). 

Penghentian ini dilakukan tanpa batas waktu yang ditentukan, menunggu selesainya proses perbaikan teknis pada sarana pendukung distribusi makanan tersebut.

Kepala Dinas Pangan sekaligus Satgas MBG Berau, Rakhmadi Pasarakan, mengonfirmasi, kebijakan penangguhan operasional ini berdampak pada mayoritas Satuan Pelayanan Makan Bergizi (SPPG) di daerah.

Tercatat ada sembilan SPPG yang harus berhenti beroperasi sementara (suspend), sedangkan empat titik lainnya terpantau masih berjalan normal.

Satgas MBG sekaligus Kepala Dinas Pangan Berau, Rakhmadi Pasarakan.
Satgas MBG sekaligus Kepala Dinas Pangan Berau, Rakhmadi Pasarakan.

“Beberapa SPPG di Kabupaten Berau stop operasional sementara (suspend) dikarenakan perbaikan IPAL dan pengurusan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS),” ujar Rakhmadi.

Adapun empat SPPG yang dilaporkan masih tetap melayani distribusi adalah SPPG Gunung Tabur, Sungai Bedungun, Gunung Panjang, dan Sambaliung.

Di luar wilayah tersebut, operasional dapur pusat dihentikan total guna mengejar target standar kelayakan lingkungan dan kesehatan.

Koordinator Wilayah SPPG Berau, Rani Oktaviana, menegaskan, langkah ini diambil demi mengedepankan aspek keamanan pangan. 

Fokus utama perbaikan saat ini terletak pada pembenahan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) agar sesuai dengan regulasi yang berlaku.

“Stop operasional dikarenakan perbaikan sarana prasarana, terutama IPAL,” ungkap Rani.

Mengenai durasi penghentian, pihak pengelola belum bisa memberikan kepastian tanggal distribusi akan dimulai kembali. 

Kecepatan pengerjaan di lapangan menjadi faktor penentu utama kapan program ini akan menyapa para siswa lagi.

“Tidak ada (target pasti), tergantung seberapa cepat proses penyelesaiannya,” tambahnya.

Salah satu instansi pendidikan yang terdampak langsung oleh kebijakan ini adalah SMPN 3 Tanjung Redeb. 

Sekolah yang berlokasi di Jalan Mangga II tersebut dipastikan tidak menerima kiriman makanan mulai hari ini.

Guru SMPN 3 Tanjung Redeb, Ari Prasetyo, membenarkan, pihaknya telah menerima pemberitahuan resmi mengenai kendala infrastruktur di pihak penyedia. 

Saat ini, pihak sekolah hanya bisa menunggu instruksi lebih lanjut dari pihak SPPG terkait kelanjutan program.

“Dari pihak SPPG-nya sementara, seperti itu sih instruksinya,” kata Ari.

Hingga saat ini, para guru dan siswa belum mendapatkan kejelasan mengenai durasi vakumnya distribusi makanan bergizi tersebut.

“Lagi ada masalah operasional tadi, jadi dapatnya lagi enggak tahu kapan,” pungkasnya. (*)