BERAU TERKINI – Setidaknya 128 lapak UMKM akan memeriahkan Pasar Ramadan yang digelar di halaman Masjid Agung Baitul Hikmah Berau.

Masjid Agung Baitul Hikmah Berau menyediakan 128 lapak untuk pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk pasar Ramadan 1447 Hijriah.

Ketua Pengurus Masjid Agung Baitul Hikmah, Kafrawi, mengatakan bahwa 128 ini akan digunakan oleh pelaku UMKM yang ingin berjualan takjil di halaman masjid selama bulan puasa.

Adapun pembagiannya yakni sebanyak 15 tenda tunggal, untuk tenda meja sebanyak 42, dan 71 lapak PKL.

“Jadi 128 itu terbagi menjadi tiga,” ucapnya pada Berauterkini.co.id

Ia mengatakan, saat ini sudah banyak UMKM yang mendaftar. Pendaftaran tersebut, juga diumumkan secara luas melalui sosial media resmi dan radio Masjid Agung.

“Iya sudah dibuka, dan hanya tersisa untuk pedagang kaki lima (PKL),” jelasnya.

Harga sewa untuk tenda tunggal sebesar Rp 2,5 juta selama bulan Ramadan. Dan untuk tenda meja sebesar Rp 1,25 juta. Kemudian lapak PKL dihargai Rp 500 ribu selama bulan Ramadan.

“Antusiasme masyarakat yang ingin berjualan cukup tinggi, sama seperti tahun-tahun sebelumnya,”tuturnya.

Suasana Pasar Ramadan 1446 Hijriah di Masjid Agung Baitul Hikmah Berau. (Hendra/BT).
Suasana Pasar Ramadan 1446 Hijriah di Masjid Agung Baitul Hikmah Berau. (Hendra/BT).

Harga sewa tersebut sudah termasuk harga asuransi dengan BPJS Ketenagakerjaan.

Alasan pihak panitia menggunakan BPJS Ketenagakerjaan adalah untuk melindungi para pelaku UMKM saat bekerja selama bulan ramadan di Pasar Ramadan.

“Kami juga memberikan asuransi, yang dapat diklaim. Pemberian ini, berkaca pada kejadian 2 tahun lalu, salah satu pelaku UMKM mengalami kecelakaan saat berbelanja bahan jualannya. Jadi menghindari hal itu,” ungkapnya.

Mereka menargetkan akan memasang tenda sebelum tanggal 14 Ramadan. Pihaknya juga akan melakukan pertemuan dengan para pelaku UMKM dan PKL bersama dengan Dinkes Berau untuk membahas kelayakan pangan.

“Biasanya ada pemeriksaan pangan saat 10 hari puasa. Kami inginnya tidak selama itu,” ungkapnya.

Lebih jauh, dia menjelaskan jam operasional pasar Ramadan mulai pukul 14.00 hingga menjelang waktu Maghrib.

Pihaknya juga mengingatkan kepada para pedagang agar tetap menjaga kebersihan pada masing-masing tenda. Pihaknya tidak ingin lingkungan masjid menjadi kumuh.

“Sebelum Maghrib harus sudah selesai. Mereka harus mengikuti etika bulan Ramadan. Karena lokasinya juga di masjid jadi sensitif sekali, termasuk soal kebersihan,” tutupnya. (*)