BERAU TERKINI – Dinas Pendidikan Berau mendorong seluruh satuan pendidikan menjadikan bulan Ramadan sebagai momentum pembelajaran yang lebih bermakna bagi siswa.

Kepala Dinas Pendidikan Berau, Mardiatul Idalisah, mengungkapkan, pengaturan kegiatan belajar mengajar selama Ramadan saat ini masih disusun dalam kalender pendidikan.

Dalam skema tersebut, terdapat penyesuaian berupa libur di awal dan akhir Ramadan, serta pengurangan jam belajar untuk menyesuaikan kondisi fisik siswa yang menjalankan ibadah puasa.

“Seperti tahun sebelumnya, jam belajar juga akan ada penyesuaian,” ungkapnya, Kamis (19/2/2026).

Ia menjelaskan, aktivitas keagamaan akan menjadi bagian penting dalam kegiatan siswa selama Ramadan.

“Banyak kegiatan yang direncanakan, mulai dari pesantren kilat, ceramah keagamaan, pengajian bersama, sampai edukasi makna dan hikmah Ramadan dalam kehidupan sehari-hari. Tidak jauh beda dengan tahun sebelumnya,” ucapnya.

Selain itu, sekolah juga didorong menggelar kegiatan sosial yang melibatkan siswa secara langsung.

Kegiatan seperti berbagi takjil, pemberian santunan, hingga aksi kepedulian sosial lainnya diharapkan mampu menumbuhkan empati dan semangat berbagi di kalangan pelajar.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Dinas Pendidikan Berau berharap Ramadan dapat menjadi sarana pembentukan karakter siswa.

Selain itu, menciptakan suasana pembelajaran yang lebih inspiratif dan relevan dengan nilai-nilai kehidupan.

“Bulan Ramadan kami harapkan menjadi ruang pembelajaran yang tidak hanya akademik, tetapi juga memperkuat nilai keagamaan dan kepedulian sosial siswa” tutupnya. (*)