TANJUNG REDEB – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menunjukkan komitmen seriusnya dalam memajukan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Tak hanya fokus pada pengembangan sumber daya manusia (SDM), Pemprov Kaltim juga menyiapkan stimulus finansial berupa dana bantuan sebesar Rp10 miliar.
Langkah ini sejalan dengan arahan Ketua Umum Dekranas, Selvi Ananda Gibran Rakabuming, yang menekankan pentingnya pendampingan bagi UMKM.
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, membenarkan adanya alokasi anggaran tersebut yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltim 2025.
“Ini berasal dari APBD Kaltim 2025. Ada pun dana ini tersebar untuk UMKM di 10 kabupaten/kota. Kemudian nanti dalam APBD Perubahan kita siapkan lagi anggaran,” kata Seno Aji.
Seno menjelaskan, secara teknis dana tersebut akan disalurkan melalui beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, seperti Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (DPPKUKM) serta Dinas Sosial. Ia juga mengisyaratkan potensi anggaran yang lebih besar untuk program pengembangan UMKM di setiap instansi.
“Kemungkinan alokasi dana sekitar Rp 20-25 miliar di setiap instansi itu,” tuturnya.
Inisiatif dari pemerintah provinsi ini disambut baik di tingkat daerah. Kepala Diskoperindag Berau berharap alokasi anggaran ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh para pelaku usaha di wilayahnya. Ia menekankan agar peluang ini tidak disia-siakan.
“Jangan sia-siakan anggaran yang ada. Ini kesempatan emas dan peluang besar bagi UMKM kita. Manfaatkan semua bantuan yang ada, baik dari Pusat, Pemerintah Provinsi Kaltim, dan Pemkab Berau sendiri,” terangnya.(Adv/Aya)
