BERAU TERKINI – Gelaran Berau Job Fair 2025 menunjukkan, pencari kerja lebih berminat bekerja di sektor pertambangan daripada perkebunan.

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Berau, mencatat rendahnya minat pencari kerja untuk sektor perkebunan dalam gelaran Berau Job Fair 2025 yang digelar pada 30-31 Agustus 2025.

Kepala Bidang Perluasan dan Penempatan Tenaga Kerja (Penta) Disnakertrans Berau, Dewi Rakhmasari, menyebut bahwa perusahaan-perusahaan di sektor ini masih belum menarik minat para pencari kerja, meskipun menawarkan peluang kerja yang cukup menjanjikan.

Dalam acara Berau Job Fair 2026 yang berlangsung selama dua hari di Ballroom SM Tower Hotel & Convention Center, Tanjung Redeb tersebut, tercatat hanya dua perusahaan perkebunan yang turut berpartisipasi, yakni KLK Group dan PT Sentosa Kalimantan Jaya (SKJ).

Keduanya membuka berbagai lowongan kerja, mulai dari posisi administrasi, operator alat berat, hingga manajemen kebun.

Booth Sektor Perkebunan, KLK Group di Berau Job Fair 2025
Booth Sektor Perkebunan, KLK Group di Berau Job Fair 2025 (Nadya Zahira/BT)

Namun sayangnya, menurut Dewi, booth dari kedua perusahaan tersebut tampak sepi pengunjung sejak hari pertama kegiatan berlangsung.

Kondisi ini menunjukkan bahwa minat terhadap sektor perkebunan masih sangat rendah dibandingkan sektor lain, terutama sektor pertambangan yang kembali menjadi primadona di ajang rekrutmen kerja tahunan ini.

“Memang yang masih sepi itu dari sektor perkebunan, di mana mereka dari hari pertama sampai kedua ini, dari pagi sampai siang peminatnya hanya sedikit. Itu sangst kita sayangkan. Padahal prospek kerjanya cukup menjanjikan,” ujar Dewi Rakhmasari saat ditemui di lokasi acara, Minggu (31/9/2025).

Dia memprediksi jumlah pelamar kerja yang berminat pada sektor perkebunan di gelaran Berau Job Fair 2025, hanya mencapai sekitar puluhan tidak mencapai ratusan. Namun, untuk data lebih pastinya, pihaknya akan melakukan perekapan terlebih dahulu.

Dewi menjelaskan, dari tahun ke tahun, perusahaan tambang selalu mendominasi jumlah pelamar. Hal ini menunjukkan kecenderungan masyarakat, khususnya para pencari kerja di Berau, lebih memilih bekerja di sektor yang dianggap memiliki gaji tinggi dan fasilitas kerja yang lebih baik.

“Padahal kalau dilihat dari sisi keberlanjutan dan kebutuhan tenaga kerja, sektor perkebunan juga punya prospek yang bagus. Ada peluang karier yang luas, terutama bagi lulusan pertanian dan kehutanan,” tambah Dewi.

Disnakertrans Berau sendiri, terus mendorong perusahaan dari berbagai sektor untuk membuka peluang kerja seluas-luasnya dalam setiap kegiatan job fair yang digelar. Selain itu, pihaknya juga melakukan edukasi kepada masyarakat agar tidak hanya terpaku pada sektor tertentu saja.

“Kita ingin para pencari kerja juga melihat potensi dari sektor-sektor lain, bukan hanya tambang. Karena ke depan, kebutuhan tenaga kerja akan semakin beragam,” ujarnya.

Dewi berharap ke depan ada peningkatan ketertarikan terhadap sektor selain tambang, sehingga distribusi tenaga kerja di Berau bisa lebih merata di berbagai sektor industri. Ia juga mengimbau para pencari kerja agar lebih terbuka dalam mempertimbangkan pilihan karier mereka.

“Kalau semua mengejar tambang, tentu persaingan akan semakin ketat. Padahal sektor lain juga membuka banyak peluang, hanya saja belum banyak yang melihat,” tutupnya.

Sebagai informasi, Berau Job Fair 2025 diikuti oleh 35 perusahaan dari berbagai sektor, dengan total lowongan kerja yang ditawarkan mencapai 800 posisi.