TANJUNG REDEB – Sektor perkebunan di Kabupaten Berau terus menunjukkan taringnya dalam mendongkrak perekonomian daerah.

Data terbaru mencatat, sepanjang 2024, sektor ini menyumbang 7,66 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Berau dan berkontribusi besar dari sektor pertanian secara luas yang total menyumbang sekitar 13 persen.

Menurut Kepala Dinas Perkebunan Berau, Lita Handini, peningkatan tersebut tidak lepas dari naiknya harga komoditas kelapa sawit di pasar nasional hingga global.

“Kenaikan produksi dan harga komoditas berdampak langsung terhadap kontribusi pajak serta bagi hasil. Itu yang mendongkrak angka PDRB dari sektor perkebunan,” ungkap Lita, Selasa (15/7/2025).

Meskipun sektor tambang masih menjadi raja dengan mendominasi hampir 60 persen struktur PDRB, Lita optimistis sektor sawit bisa terus tumbuh dan menjadi penyeimbang ekonomi lokal.

Namun, ia tidak menutup mata terhadap isu lingkungan yang kerap dikaitkan dengan ekspansi lahan sawit.

Meski begitu, menurutnya, kerusakan akibat pembukaan lahan untuk perkebunan jauh lebih mudah dipulihkan dibanding dampak pertambangan.

“Kalau sawit, 2-3 tahun saja sudah tertutup vegetasi lagi. Jadi lebih cepat pulih,” ujarnya.

Lita menjelaskan, tanaman sawit punya peran penting dalam menjaga daya serap air dan mengurangi risiko banjir.

“Pohon sawit itu punya akar yang mampu menyerap air tinggi. Saat lahan sudah tertutup, air hujan bisa langsung masuk ke tanah tanpa menimbulkan genangan,” tambahnya.

Dalam hal konservasi, Dinas Perkebunan Berau juga menekankan pentingnya perlindungan kawasan dengan nilai ekologis tinggi.

Wilayah yang masih memiliki tutupan hutan yang baik, kata Lita, sebaiknya tetap dipertahankan.

“Kalau area itu punya nilai konservasi tinggi, harus dilindungi. Bisa jadi habitat satwa liar yang perlu kita jaga,” jelasnya.

Saat ini, dari total 35 izin usaha perkebunan di Berau, sebanyak 26 perusahaan sudah aktif beroperasi.

Lita juga memastikan, sebagian besar perusahaan langsung melakukan penanaman pasca pembukaan lahan demi mempercepat pemulihan vegetasi.

Melihat tren positif ini, Lita berharap pertumbuhan sektor perkebunan dapat terus dipacu dengan tetap mengedepankan keberlanjutan lingkungan.

“Kita bisa manfaatkan sumber daya alam, tapi tanggung jawab terhadap lingkungan jangan sampai lepas,” tutupnya. (*/Adv Kominfo)