BERAU TERKINI – Momentum penyambutan Kepala Rutan Kelas IIB Tanjung Redeb yang baru, Rian Permana, Rabu (31/12/2025), menjadi panggung penting bagi Pemerintah Kabupaten Berau untuk menggulirkan kembali wacana strategis.
Sekretaris Kabupaten Berau, Muhammad Said, secara tegas menyatakan, relokasi bangunan rutan kini telah menjadi sebuah keharusan yang tidak bisa ditunda lagi, seiring dengan pesatnya laju pembangunan di jantung kota Bumi Batiwakkal.
Letak rutan yang saat ini terkepung oleh pemukiman padat penduduk dan industri perhotelan dinilai mulai mengancam standar keamanan institusi tersebut.
Secara teknis, sebuah rutan idealnya berada di lokasi yang lebih privat dan jauh dari hiruk-pikuk pusat kota.
Menyadari risiko ini, pemerintah daerah berkomitmen untuk mengambil langkah nyata.
“Ini sudah lama diwacanakan, kita dorong agar ini segera direalisasikan,” ujar Said.
Langkah awal yang akan ditempuh pemerintah adalah mengidentifikasi aset lahan milik daerah yang representatif untuk dihibahkan.
Said menjelaskan, pemilihan lokasi harus dilakukan secara cermat agar gedung baru nantinya benar-benar memenuhi standar operasional pemasyarakatan.
“Kita cari dulu lokasinya yang terbaik dan itu punya pemerintah,” ucapnya.
Kekhawatiran Said bukan tanpa alasan. Selain faktor lokasi, kondisi fisik bangunan rutan saat ini sudah semakin sesak karena menampung warga binaan yang jumlahnya terus bertambah, bahkan berasal dari luar daerah Berau.
Bagi Said, relokasi bukan sekadar memindahkan gedung, melainkan pemenuhan hak asasi bagi mereka yang sedang menjalani masa pidana agar proses pembinaan dapat berjalan manusiawi.
“Tapi ini hak warga binaan juga, untuk menunjang proses pertobatan para warga binaan,” tambahnya.
Meski semangat relokasi sangat kuat, Said menyadari diperlukan pembahasan mendalam antara pihak rutan dan pemerintah daerah, mulai dari rincian kebutuhan gedung hingga kajian dampak sosialnya.
Jika koordinasi berjalan mulus, tahap perencanaan diprediksi sudah bisa dimulai pada 2026 mendatang.
“Tentu kami dukung apapun kebutuhan dari lembaga ini, karena sejatinya yang dibina juga warga kita,” tutur Said.
Menyambut sinyal positif dari pemerintah daerah, Kepala Rutan Tanjung Redeb, Rian Permana, menyatakan kesiapannya untuk mematangkan kajian internal.
Fokus utamanya adalah merumuskan kebutuhan sarana yang mendesak sembari terus berkoordinasi dengan kantor wilayah.
“Ini akan kami bahas dulu, koordinasi dengan Kanwil Kaltim,” jelas Rian.
Rian juga menunjukkan sikap realistis terhadap kondisi keuangan daerah di tahun depan yang diperkirakan mengalami efisiensi anggaran dengan nilai sekitar Rp3,2 triliun.
Hal ini menuntut komunikasi yang lebih intens agar pembiayaan proyek besar ini bisa mendapatkan sokongan dari anggaran daerah maupun pusat secara simultan.
“Kalau kebutuhan anggarannya kita belum gambarkan, tapi ini akan dibahas lebih lanjut,” katanya.
Optimisme tetap membumbung tinggi mengingat program dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan memiliki target yang selaras dengan daerah, terutama dalam mengatasi masalah kelebihan muatan atau overcrowded.
Dengan sinergi yang kuat, Rian menargetkan persiapan administratif dapat segera rampung dalam waktu dekat.
“2026 kami akan godok ini, minimal dokumen perencanaan sudah bisa berjalan,” tutupnya. (*)
