BERAU TERKINI – Pemerintah Kabupaten Berau mewanti-wanti para pengelola keuangan setiap organisasi perangkat daerah untuk lebih teliti dalam mengelola kas dinas.

Sebab, bila keliru atau terdapat niat buruk, maka harus siap-siap berhadapan dengan hukum dan menginap di penjara.

“Kita ini besar tantangannya. Aturan sering berubah. Laporan juga menumpuk. Makanya harus teliti,” kata Sekretaris Daerah Berau, Muhammad Said, saat Bimbingan Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah di Lingkungan Pemkab Berau di Ballroom Tokyo, Hotel Bumi Segah, Senin (25/8/2025). 

Di hadapan 108 peserta bimtek, Said mengingatkan pentingnya para bendahara pengelolaan keuangan untuk memahami syarat dikeluarkannya kas dinas.

Pasalnya, bendahara dinas atau bagian keuangan selalu menjadi sasaran dalam setiap agenda pemeriksaan.

Selisih antara laporan perencanaan dan realisasi keuangan pasti akan ditanyakan melalui badan internal maupun aparat penegak hukum (APH). 

Dia tak memungkiri, peristiwa hukum yang mendera beberapa pegawai di Berau terjadi akibat niat buruk dan ketidakpahaman dalam mengelola keuangan.

“Kita harus belajar dari beberapa kasus yang terjadi. Kami tak mau integritas kita tercoreng,” tegasnya.

Setiap kepala OPD juga diingatkan untuk menaruh SDM yang mumpuni dalam menjalankan tugas pengelolaan keuangan internal.

Bila keliru, maka akan berpotensi tersangkut hukum yang menyeret banyak oknum tak bertanggung jawab.

Dalam pemeriksaan internal yang dilakukan bersama Inspektorat, terdapat kasus mark-up belanja listrik dinas.

Menurutnya, kasus itu sulit dijangkau langsung oleh pejabat tertinggi karena tak berada dalam tanggung jawab kepala dinas.

“Ada kasus yang kami temui dan kami tindak secara internal,” tuturnya.

Kendati demikian, dirinya menaruh kepercayaan besar kepada para pegawai yang memiliki tugas untuk mengelola keuangan tersebut. Sebab, diakui telah memiliki kemampuan secara teknis untuk melakukan pencatatan.

Dia juga menekankan pentingnya integritas dan kejujuran pegawai dalam mengelola uang negara tersebut.

“Harus tanamkan itu, bimtek ini harus dijadikan bekal agar kita bisa lebih jujur dalam bekerja,” kata dia.

Sementara itu, Kabid Pengembangan Kompetensi Aparatur Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Berau, Reny Irawati Sanwani, menambahkan, agenda bimtek akan digelar selama tiga hari.

Para peserta akan diberikan pembekalan langsung oleh Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri.

“Semoga agenda yang kami gelar ini bermanfaat untuk kita semua,” harapnya. (*/Adv)