BERAU TERKINI – Kampung Sukan Tengah, Kecamatan Sambaliung, kini menjadi salah satu contoh nyata bagaimana program pemberdayaan masyarakat bisa berbuah manis.

Sejak 2018, Kepala Kampung Sukan Tengah, Bunyamin, meluncurkan program bantuan bibit kelapa sawit unggul secara gratis.

Enam tahun berjalan, program ini berhasil mendorong kemandirian ekonomi warga. Bahkan menciptakan perputaran uang miliaran rupiah setiap bulannya.

“Alhamdulillah, rata-rata petani sudah bisa panen. Ini menjadi fondasi ekonomi keluarga, ditambah lagi dengan penghasilan tambahan lain di luar sawit,” ujar Bunyamin, Selasa (9/9/2025).

Saat ini, luas areal kelapa sawit di Kampung Sukan Tengah sudah mencapai sekitar 500 hektare. Dari lahan tersebut, produksi sawit rata-rata mencapai 350 ton per bulan.

“Nilai perputaran uang dari produksi sawit di sini mencapai Rp1 miliar setiap bulannya,” katanya.

Bunyamin menjelaskan, sawit dipilih sebagai komoditas unggulan karena mudah dipelihara, cepat dipasarkan, serta sesuai dengan kondisi tanah di Sukan Tengah, yang memiliki tingkat keasaman (pH) maksimal 4.

Dengan keunggulan tersebut, masyarakat tak hanya memiliki penghasilan tetap, tetapi juga semakin mandiri dalam menopang kebutuhan hidup sehari-hari.

Namun, di balik capaian tersebut, Bunyamin mengaku masih ada tantangan besar yang dihadapi petani sawit. Salah satunya terkait sarana pengolahan hasil panen.

“Selama ini, warga kami bergantung pada pabrik besar di luar kampung yang jaraknya cukup jauh. Dan itu memakan biaya transportasi tidak sedikit,” jelasnya.

Karena itu, Bunyamin berharap Pemerintah Kabupaten Berau bisa mempermudah masuknya investor ke wilayah Sukan Tengah. 

Menurutnya, kehadiran pabrik kelapa sawit mini akan menjadi solusi penting untuk memperkuat ekonomi lokal.

“Kami sangat berharap pemerintah daerah bisa membantu membuka jalan bagi investor yang ingin mendirikan pabrik kelapa sawit mini di Sukan Tengah,” paparnya.

Lebih jauh, dia menilai keberadaan pabrik kelapa sawit mini tidak hanya berdampak pada petani, tetapi juga membuka peluang kerja baru bagi masyarakat setempat.

Dengan demikian, roda ekonomi kampung akan semakin berputar dan cita-cita menjadikan Sukan Tengah sebagai kampung mandiri bisa segera terwujud.

“Kalau masyarakat sudah mandiri, otomatis kampung pun ikut mandiri. Itu harapan besar kami,” pungkasnya. (*)