BERAU TERKINI — Pemerintah Kabupaten Berau membidik investasi kapal pinisi sebagai salah satu inovasi pengembangan pariwisata bahari.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Berau, Nanang Bakran, menyebut peluang ini terbuka lebar seiring kesiapan infrastruktur dan potensi wisata laut yang dimiliki Berau.

Menurut Nanang, konsep wisata menggunakan kapal pinisi dinilai mampu menghadirkan pengalaman berbeda bagi wisatawan, khususnya segmen premium yang menginginkan kenyamanan saat menjelajahi destinasi laut.

“Kita lagi mencari investor untuk pengembangan wisata, termasuk kapal pinisi. Ini salah satu alternatif yang kita tawarkan untuk meningkatkan daya tarik wisata bahari Berau,” ujarnya kepada Berauterkini, Selasa (31/3/2026).

Kepala DPMPTSP Berau, Nanang Bakran. (Diva/BT)
Kepala DPMPTSP Berau, Nanang Bakran. (Diva/BT)

Ia menjelaskan, Berau sebenarnya telah memiliki sejumlah infrastruktur pendukung yang bisa menunjang pengembangan investasi tersebut, seperti Pelabuhan Tanjung Batu serta berbagai destinasi wisata bahari yang sudah dikenal luas.

“Infrastruktur kita sudah ada, tinggal bagaimana investor masuk dan kita kembangkan bersama. Potensinya besar, tapi memang perlu sentuhan pengelolaan yang lebih optimal,” jelasnya.

Nanang menambahkan, wisata kapal pinisi tidak hanya menawarkan perjalanan laut, tetapi juga pengalaman menginap dan menikmati panorama alam secara eksklusif. 

Hal ini dinilai dapat menarik wisatawan dari luar daerah hingga mancanegara.

“Pasarnya memang berbeda, bisa menyasar wisatawan luar daerah bahkan luar negeri. Tapi kita ingin mereka tetap masuk ke Berau dulu, sehingga dampak ekonominya bisa dirasakan langsung,” katanya.

Saat ini, upaya promosi investasi terus dilakukan melalui berbagai jalur, termasuk bidang penanaman modal dan pemanfaatan media sosial.

Pemerintah daerah juga membuka peluang seluas-luasnya bagi pihak yang ingin berinvestasi.

“Kita terbuka, siapa saja yang punya jaringan investor silakan. Kita terus berupaya agar investasi ini bisa segera terealisasi,” tambahnya.

Ia berharap, pengembangan kapal pinisi dapat menjadi salah satu solusi inovatif dalam memperkaya pilihan wisata di Berau.

Selain itu, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berbasis sektor pariwisata.

“Ini bagian dari upaya kita menghadirkan alternatif wisata. Tidak hanya di darat atau laut biasa, tapi ada pengalaman baru yang lebih eksklusif,” pungkasnya. (*)