GUNUNG TABUR – Wajah kawasan tepian di muka Museum Batiwakkal dan Keraton Kesultanan Gunung Tabur akan segera direvitalisasi.
Sebuah pedestrian atau area pejalan kaki yang megah direncanakan akan dibangun, sarat dengan nilai sejarah dan dihiasi berbagai ornamen budaya khas kesultanan.
Rencana pembangunan ini merupakan bagian dari upaya untuk menghidupkan kembali sejarah dan memperkuat identitas budaya Gunung Tabur.

Konsepnya, menciptakan sebuah museum di ruang terbuka, di mana masyarakat dan wisatawan dapat belajar sejarah tanpa harus masuk ke dalam gedung.
Desain yang disiapkan pun sangat kental dengan nuansa historis. Nantinya, kawasan ini akan memiliki gerbang kuning berarsitektur klasik, deretan meriam kuno sebagai simbol pertahanan masa silam, serta lampu-lampu taman berornamen megah.
Lurah Gunung Tabur, Achmad Rizali menjelaskan, visi di balik proyek ini lebih dari sekadar mempercantik wajah kota.
Menurutnya, ini adalah cara untuk menegaskan kembali jati diri Gunung Tabur sebagai wilayah yang memiliki warisan sejarah yang agung.
“Kawasan ini bukan hanya untuk mempercantik wajah kota, tapi menjadi identitas Gunung Tabur,” ujar Rizali.

Ia menambahkan, area publik ini sengaja dirancang agar menjadi ruang interaktif. Tujuannya adalah untuk mengundang orang agar tidak hanya sekadar lewat, tetapi juga berhenti sejenak untuk menikmati suasana dan meresapi nilai-nilai sejarah yang ada.
“Kami ingin warga dan wisatawan tidak hanya lewat, tapi bisa berhenti sejenak untuk belajar sejarah,” pungkasnya. (*)
