BERAU TERKINI – Pelatihan Bahasa Inggris diberikan kepada pelaku wisata di Berau dalam menyambut turis di musim liburan.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau bersama English Learning Community (ELC) menggelar pelatihan komunikasi bahasa Inggris bagi pelaku wisata di Kabupaten Berau.

Hal ini dilakukan karena tingginya kunjungan turis asing yang melintas melalui Dermaga Wisata Sanggam menuju Pulau Derawan dan Pulau Maratua.

Terlebih saat ini telah memasuki musim Libur Natal dan Tahun Baru.

Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Muda Disbudpar Berau, Asri, mengatakan selama ini masih terdapat tantangan dalam pelayanan wisata, khususnya keterbatasan kemampuan berkomunikasi dengan wisatawan asing, sehingga pelayanan belum maksimal.

Tingkatkan Layanan Wisata, Pelaku Wisata Berau Dibekali Komunikasi Bahasa Inggris (Ist)
Tingkatkan Layanan Wisata, Pelaku Wisata Berau Dibekali Komunikasi Bahasa Inggris (Ist)

“Untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan kepuasan wisatawan, khususnya turis mancanegara, kami berinisiatif mengadakan pelatihan komunikasi bahasa Inggris bagi pelaku wisata,” ujar Asri.

Ia menjelaskan, pelatihan tersebut dikemas dalam bentuk kursus atau kelas, bukan sekadar pelatihan singkat satu hingga dua kali pertemuan.

Kelas ini secara khusus ditujukan bagi pelaku wisata, seperti motoris, ABK, pemandu wisata, petugas loket, hingga petugas di Dermaga Wisata Sanggam.

Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau, Dinas Perhubungan, serta English Learning Community (ELC). Penyelenggaraan teknis dilakukan oleh ELC, komunitas pembelajaran bahasa Inggris yang dipimpin langsung oleh Asri.

“Program ini gratis. Kami menyiapkan instruktur, modul, hingga perlengkapan belajar. Kelas dilaksanakan setiap Sabtu dan Minggu, pukul 14.30 sampai 16.00 Wita, dan direncanakan berlangsung hingga Februari tahun depan,” jelasnya.

Tingkatkan Layanan Wisata, Pelaku Wisata Berau Dibekali Komunikasi Bahasa Inggris (Ist)
Tingkatkan Layanan Wisata, Pelaku Wisata Berau Dibekali Komunikasi Bahasa Inggris (Ist)

Kegiatan ini telah dimulai sejak 30 November 2024 dan hingga kini telah memasuki pertemuan keempat. Asri mengakui tantangan utama berasal dari tingginya mobilitas pelaku wisata, khususnya motoris dan ABK yang kerap bertugas ke pulau-pulau wisata.

“Kadang mereka bisa hadir, kadang tidak. Tapi secara umum antusiasmenya sangat tinggi, termasuk dari petugas loket dan aparat di dermaga,” katanya.

Melihat tingginya mobilitas wisata ke kepulauan, program serupa juga dilaksanakan di Pulau Maratua. Di wilayah tersebut, satu instruktur ELC ditempatkan khusus dengan dukungan kolaborasi tambahan bersama Tim Percepatan Strategis Maratua.

Menurut Asri, sebagian kecil pelaku wisata di Maratua memang sudah mampu berbahasa Inggris, namun mayoritas masih terbatas.

Karena itu, pelatihan ini difokuskan untuk meningkatkan kepercayaan diri, kemampuan komunikasi praktis, serta pemahaman hospitality dan kepariwisataan.

“Materinya lebih banyak praktik daripada teori. Kami ajarkan komunikasi langsung, seperti menyapa tamu, melayani di loket, menjelaskan itinerary, penunjukan arah, hingga transaksi sederhana,” ungkapnya.

Ia berharap pelatihan ini dapat mendorong pelaku wisata agar tidak ragu menyapa dan berkomunikasi dengan wisatawan asing, sehingga tercipta pelayanan yang lebih ramah, profesional, dan berkesan.

“Pelayanan yang baik dimulai dari komunikasi. Kalau wisatawan puas, mereka bisa tinggal lebih lama, kembali lagi, bahkan mengajak orang lain datang ke Berau. Yang terpenting, kita sudah memulai,” pungkasnya.(*)