BERAU TERKINI – Keberadaan penduduk yang bermukim di Pulau Kaniungan, Bidukbiduk, dengan kondisi rumah yang kurang layak menjadi sorotan Wakil Bupati Berau, Gamalis, kala mengunjungi pulau tersebut beberapa waktu lalu.

Menurutnya, di luar ketegasan pemerintah, keberadaan puluhan rumah penduduk di salah satu pulau terluar di Bumi Batiwakkal tersebut patut mendapatkan perlindungan. 

Sebab, di samping regulasi, pemerintah mesti mempertimbangkan sisi kemanusiaan. 

Permukiman tersebut dijadikan tempat untuk bertahan hidup warga yang mayoritas berasal dari Sulawesi Utara.

Gamalis menyebut, saat ini domain kebijakan untuk pengembangan kawasan tersebut berada di Pemprov Kaltim. 

Sehingga tak banyak hal yang dapat dilakukan pemerintah daerah dalam memastikan keberlangsungan hajat hidup penduduk kepulauan tersebut.

“Ini juga sebenarnya sudah masuk dalam pantauan Pemprov Kaltim ya, kemarin rombongan sudah datang ke sini,” ucapnya.

Dia mengatakan, kebanyakan warga tersebut tidak memiliki surat kepemilikan bangunan atas tanah yang ditempati di pulau tersebut.

Bahkan, dari pengakuan penduduk setempat, kebanyakan hanya dititipi lahan dari pengusaha yang berada di Tanjung Redeb.

“Mereka itu hanya numpang, kita tidak tahu sama siapa mereka menyewa,” beber dia.

Kendati demikian, dia menyebut pemerintah akan mencari cara agar hak hidup layak warga tersebut dapat dipenuhi. 

Dari beberapa warga yang diajaknya berdialog, mereka hanya meminta atap seng untuk memperbaiki atap yang bocor.

“Secara regulasi ini akan dipertimbangkan dengan matang,” ujar dia.

Bila memungkinkan, pemerintah akan memberikan program rumah layak huni bagi penduduk yang bermukim sejak tahun 1980-an di pulau tersebut. 

Program tersebut merupakan salah satu program prioritas yang digalakkan pemerintah saat ini.

Perbaikan kawasan tersebut dilakukan demi menghilangkan kesan kumuh di destinasi wisata tersebut. 

Jika dibangun serampangan, kesan indah dari Pulau Kaniungan akan hilang. 

Demi menjaga kawasan wisata tersebut, rencananya pemerintah akan mematangkan Rencana Desain Tata Lokasi (RDTL) yang disusun bersama pemerintah kecamatan.

“Ini destinasi yang bagus. Ini akan menjadi sasaran destinasi wisata, maka itu wajahnya harus bagus,” ucap dia.

Sementara itu, Camat Bidukbiduk, Hasmawi, menyampaikan, pihaknya telah berencana untuk memberikan bantuan seng kepada warga tersebut.

Pemerintah akan menggunakan dana alokasi kampung (ADK) untuk melancarkan program tersebut.

“Kalau seng kami bisa bantu belanja lewat ADK,” ucap Hasnawi.

Namun sebelumnya, pihaknya masih akan mematangkan rencana tersebut dengan melakukan peninjauan kembali terhadap aturan penggunaan dana desa.

“Kami juga pernah menyalurkan bantuan, seperti MCK dan seng sebelumnya, tapi untuk kepulauan kami kaji lagi regulasinya,” tutur dia. (*)