BERAU TERKINI – Pemerintah Kabupaten Berau kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) serta bantuan peralatan khusus bagi penyandang disabilitas dan kelompok rentan, Senin (8/12/2025).
Program perlindungan sosial ini menjangkau total 210 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari 10 kelurahan, sekaligus membagikan alat bantu mobilitas bagi 30 penyandang disabilitas.
Kepala Dinas Sosial Berau, Iswahyudi, menjelaskan, program ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan kepala daerah untuk memberikan perlindungan sosial bagi kelompok rentan.
Penyaluran BLT diberikan untuk periode enam bulan, dengan nilai Rp500 ribu setiap bulan atau total Rp3 juta per penerima.
Bantuan ini dikhususkan bagi lansia, yatim piatu, dan penyandang disabilitas yang masuk kategori tidak mampu.
Total BLT yang diserahkan untuk 210 KPM mencapai Rp630 juta. Diharapkan bantuan ini dapat membantu kebutuhan harian para penerima.
Selain BLT, Dinsos juga menyalurkan 30 peralatan bantu yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing penerima, mulai dari sepeda motor roda tiga, kaki palsu, kursi roda, hingga tongkat untuk tuna netra.
Penyaluran bantuan dilakukan bekerja sama dengan Bankaltimtara melalui sistem virtual account untuk memastikan proses berjalan lebih mudah dan efisien.
Bupati Berau, Sri Juniarsih, yang turut hadir menyerahkan bantuan, menegaskan, program bantuan sosial merupakan prioritas pemerintah daerah yang terus dijalankan secara berkesinambungan.
“Program ini adalah wujud kepedulian kami kepada penyandang disabilitas,” tegasnya.
Bantuan alat bantu, seperti motor roda tiga yang nilainya mencapai sekitar Rp35 juta dan perangkat mobilitas lainnya, diharapkan dapat meningkatkan kemandirian serta kualitas hidup penyandang disabilitas.
Sri Juniarsih menegaskan komitmen Pemkab Berau dalam mewujudkan inklusivitas dan kesetaraan.
Ia memastikan, seluruh warga, termasuk penyandang disabilitas, harus mendapatkan kesempatan yang sama dalam aktivitas sosial maupun ekonomi.
Melalui program ini, Pemkab Berau ingin memastikan kelompok rentan tidak tertinggal dalam pembangunan daerah, dengan bantuan yang diarahkan untuk mendukung kemandirian dan kualitas hidup. (*/Adv)
