BERAU TERKINI – Saling adu mulut dan nyaris keos, nampak saat mahasiswa dari Gerakan Rakyat Menggugat (Geram) menggelar demonstrasi ke Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud.

Mahasiswa sempat meringsek masuk ke halaman kantor Gubernur Kaltim, di Jalan Gajah Mada, Samarinda, dalam aksi Senin (23/2/2026) lalu.

Namun upaya untuk menduduki kantor gubernur batal karena barikade pengamanan dalam (Pamdal) yang tak kalah jumlah dari mahasiswa.

Mahasiswa yang berhasil ditenangkan itu pun mengambil sikap untuk menyampaikan aspirasinya.

Ada tujuh tuntutan yang dibawa oleh Geram.

Diantaranya, pemerataan dan evaluasi gratispol, lalu kerusakan ekologis dan transparansi penggunaan APBD Kaltim.

Kemudian, perlindungan bagi masyarakat adat, pemberian ruang ekspresi, memberikan hak buruh dan pemerataaan infrastruktur di Kaltim.

Mahasiswa meringsek masuk ke halaman kantor Gubernur Kaltim. (IG/@pemprov_kaltim)
Mahasiswa meringsek masuk ke halaman kantor Gubernur Kaltim. (IG/@pemprov_kaltim)

Dalam proses penyampaian aspirasi sempat terjadi dialog langsung antara mahasiswa.

Gubernur Harum juga sempat melemparkan pertanyaan kepada mahasiswa yang dia nilai tak menguasai data terkait program yang dia usung.

Pasca aksi itu, Koordinator Geram, Andreas Anggrarius Lawe meyakinkan bila semua tuntutan telah ditantangani oleh kedua belah pihak.

“Ada matrai dibubuhi tandatangan,” kata Andreas, mengutip laporan di kanal online Kaltim Post/Jawa Pos.

Andreas menambahkan, langkah selanjutnya adalah mengawal realisasi komitmen tersebut.

Aliansi Geram menyatakan tidak akan berhenti pada aksi hari itu, melainkan terus memantau implementasi kebijakan di lapangan.

Disela-sela dialog dengan gubernur Ketua BEM KM Universitas Mulawarman, Hiththan Hersya Putra, sempat menyentil gubernur soal ajakan debat terbuka di ruang akademik.

Tantangan itu nantinya disampaikan melalui surat terbuka yang ditujukan ke Pemprov Kaltim.

“Kami menantang gubernur dan wakil gubernur untuk berdebat secara terbuka,” ujarnya.

Menurut Hiththan, debat terbuka penting agar janji-janji kampanye dapat dipertanggungjawabkan secara intelektual di ruang publik.

Bahkan sebelumnya, lanjut dia, BEM KM Unmul juga pernah menawarkan forum debat saat masa kampanye, namun tidak mendapat respons.

“Publik berhak tahu sejauh mana komitmen itu dijalankan,” tandasnya.

Pada kesempatan itu, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud mengindahkan tantangan mahasiswa.

“Nanti silahkan masukan suratnya, saya siap,” singkatnya menjawab tantangan itu dihadapan massa aksi.

Dia pun menyatakan komitmen untuk memenuhi semua tuntutan mahasiswa.

Tentunya melalui pertimbangan yang matang dan sesuai dengan kewenangan daerah.

“Tentunya akan dilihat seperti apa penyelesaiannyan,” ucap dia.