BERAU TERKINI – Sakit hati terhadap S (35) karena dituduh selingkuh, membuat R (56) dan J (53) nekat memutilasi korban yang merupakan anak angkatnya sendiri.

Selain itu, kedua pelaku yang merupakan pasutri siri terdorong melakukan hal keji itu karena ingin menguasai harta berharga milik korban.

Motif pelaku tersebut diungkap Kapolresta Samarinda Kombes Hendri Umar, yang menankap kedua pelaku kurang dari 12 jam setelah penemuan mayat.

Sakit hati pelaku diperparah karena selain selingkuh, keduanya dituduh kerap berhubungan badan berulang kali.

“Karena dituduh berhubungan badan berkali-kali,” ucapnya.

Dari keterangan pelaku, keduanya telah menyusun rencana pembunuhan tersebut sejak Januari 22026 lalu.

Lalu membulatkan tekad untuk melakukan aksi keji itu saat lebaran Idulfitri pada 21 Maret 2026 lalu.

Dalam masa itu, selain menyusun siasat, pelaku juga telah menentukan titik untuk membuang jasad korban yang telah di mutilasi.

“Tempatnya sudah disurvei sebelumnya,” terang Umar.

Polisi memamerkan barang bukti yang digunakan untuk menghabisi nyawa S. (facebook/Polresta Samarinda)
Polisi memamerkan barang bukti yang digunakan untuk menghabisi nyawa S. (facebook/Polresta Samarinda)

Memotong tubuh korban menjadi beberapa bagian, disebut polisi agar memudahkan para pelaku membawa mayat korban ke Jalan Gunung Pelandu, Sempaja Utara, Samarinda.

“Itu untuk memudahkan membawa mayat korban,” ungkapnya.

Kasus ini terbongkar setelah ditemukan potongan tubuh manusia di Jalan Gunung Pelandu.

Bagian tubuh yang ditemukan pertama kali yakni bagian tangan kanan dan badan korban.

Di dekat potongan tubuh tersebut ditemukan juga kantong plastik berwarna hitam putih.

Dari informasi lain yang beredar, beberapa potong tubuh lainnya juga sudah ditemukan tak jauh dari lokasi penemuan pertama.