BERAU TERKINI – Hasil sidang isbat Kemenag menetapkan Lebaran atau Idul Fitri jatuh pada Sabtu 21 Maret.

Kemenag menggelar sidang isbat di Kantor Kemenag, Jakarta, Kamis (19/3/2026).

Sidang isbat dihadiri oleh pihak Kemenag, DPR RI, hingga Ormas Keagamaan serta Dubes negara sahabat.

Dalam sidang isbat diawali oleh seminar posisi hilal yang menunjukan posisi hilal dari hasil rukyatul hilal.

Sejumlah Ormas Keagamaan seperti Nahdlatul Ulama dan Persis mempresentasikan hasil rukyatul hilal.

Hasilnya, hilal atau bulan baru belum memenuhi syarat MABIMS yakni di posisi minimal ketinggian 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.

Menteri Agama atau Menag Nasaruddin Umar pun menyampaikan keterangan resmi Kemenag dari hasil sidang isbat.

Ilustrasi Kemenag pantau hilal (kemenag.go.id)
Ilustrasi Kemenag pantau hilal (kemenag.go.id)

Menurut Nasaruddin Umar berdasarkan hasil rukyatul hilal dan sidang isbat maka bulan Ramadan digenapkan 30 hari.

Dengan demikian maka 1 Syawal 1447 Hijriah bertepatan pada Sabtu 21 Maret 2026.

“Secara hisab data hilal pada hari ini tidak memenuhi kriteria MABIMS,” ujar Menag Nasaruddin Umar dikutip dari siaran langsung YouTube Kemenag.

“Kemenag menetapkan awal bulan Syawal, dengan demikian disepakati bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026,” tambahnya.

Menag Nasaruddin Umar menyampaikan keputusan itu sebagai simbol kebersamaan simbol umat Islam Indonesia.

“Semoga hal ini dapat menjadi simbol kebersamaan umat Islam Indonesia,” pesannya.