BERAU TERKINI – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Berau kini tengah melakukan langkah-langkah percepatan untuk mendukung rencana operasional rumah sakit baru pada Mei 2026.
Sebagai bagian dari tim satgas percepatan bentukan Pemerintah Kabupaten Berau, DLHK memegang peranan krusial dalam memastikan wajah luar fasilitas kesehatan tersebut layak, bersih, dan nyaman bagi masyarakat sebelum resmi dibuka.
Kepala DLHK Berau, Mustakim Suharjana, mengungkapkan, fokus utama pihaknya saat ini adalah pembenahan sarana dan prasarana penunjang, khususnya pada aspek estetika dan kebersihan lingkungan.
Tim lapangan telah mulai bergerak untuk menata pertamanan serta membersihkan area sekitar gedung yang masih dipenuhi material sisa konstruksi.
“Jadi grup untuk percepatan baru dibentuk kemarin. Kami support sarprasnya, seperti kebersihan rumah sakit dan pertamanannya. Masih banyak sisa material, kami segera bersihkan tempatnya,” jelas Mustakim, Senin (30/3/2026).
Di balik penataan taman, persoalan keberadaan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang berada di dekat kawasan rumah sakit turut menjadi perhatian serius.
Mustakim menegaskan, selama TPA baru yang dikerjakan oleh Dinas PUPR belum rampung, pihaknya akan mengoptimalkan pengelolaan sampah di lokasi yang ada dengan standar yang lebih ketat.
Hal ini dilakukan agar polusi bau tidak sampai mengganggu kenyamanan pasien dan tenaga medis di rumah sakit baru nantinya.
DLHK berkomitmen menjalankan metode control landfill secara disiplin untuk memitigasi dampak lingkungan.
Strategi ini melibatkan pelapisan tumpukan sampah dengan tanah secara berkala guna menekan bau tak sedap.
“Bukan dipaksakan, tapi memang belum ada pilihan karena TPA baru belum selesai. Makanya kami mengelolanya harus betul-betul dengan control landfill, ada sampah dilapisi tanah. Jangan sampai polusi baunya tercium sampai ke rumah sakit,” tegas Mustakim.
Selain masalah sampah, DLHK juga berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk segera membersihkan pagar-pagar seng proyek yang masih melingkari gedung rumah sakit.
Mustakim menekankan pentingnya sinergi antar OPD agar saat manajemen rumah sakit resmi mengambil alih operasional pada Mei nanti, kondisi kawasan sudah benar-benar siap dan bersih.
Menurutnya, peran DLHK adalah menyiapkan panggung yang layak sebelum sistem manajemen internal rumah sakit berjalan secara mandiri.
Pekerjaan rumah besar ini diakui sebagai tantangan waktu, namun DLHK optimis dapat menyelesaikan penataan kawasan dalam waktu satu bulan ke depan.
Seluruh sudut kota dan fasilitas publik, terutama di sekitar objek vital seperti rumah sakit, akan terus dipantau intensif agar tetap dalam kondisi asri.
“Begitu operasi, seluruhnya nanti menjadi manajemen di situ. Tugas kami sekarang adalah menyiapkan kawasan agar siap beroperasi dengan baik,” pungkasnya. (*)

