BERAU TERKINI – Rumah Kemas Batiwakkal hadir sebagai pusat oleh-oleh khas sekaligus wadah strategis bagi pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal di Kabupaten Berau.
Program ini merupakan bagian dari inisiatif Corporate Social Responsibility (CSR) yang dirancang untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya di sekitar wilayah operasional pertambangan Berau Coal.
Product Development Rumah Kemas Batiwakkal, Nancyta, menjelaskan, program ini dibentuk untuk mendukung UMKM agar mampu berkembang secara berkelanjutan.
Bermula dari lokasi di Kilo 5, program ini kemudian melakukan ekspansi pada 2023 dengan membuka cabang baru di Jalan Pemuda, Tanjung Redeb, yang kini populer sebagai Rumah Kemas Batiwakkal.
Lebih dari sekadar tempat penjualan, Rumah Kemas Batiwakkal berfungsi sebagai ruang kurasi dan pusat pengembangan inovasi.

Melalui proses kurasi yang ketat, produk-produk lokal didorong agar lebih kreatif dan memiliki daya saing tinggi di pasar luas.
Nancyta menekankan pentingnya aspek ini agar pelaku usaha lokal tidak sekadar memproduksi, tetapi juga memahami standar keinginan pasar.
“Kami membantu UMKM mengkurasi produk agar lebih inovatif dan memiliki daya saing,” jelasnya.
Terobosan pemasaran juga dilakukan melalui sistem Business to Business (B2B).
Melalui skema kerja sama ini, produk UMKM tidak hanya bergantung pada penjualan langsung di toko, tetapi juga dipasarkan secara masif melalui berbagai marketplace.
Strategi ini diyakini membuka peluang bagi produk lokal untuk masuk ke jaringan pasar yang jauh lebih luas.
“Ini membuka peluang besar bagi UMKM karena produknya bisa masuk ke jaringan pasar yang lebih luas,” tambah Nancyta.
Pendampingan aspek produksi juga menjadi pilar utama dalam program ini.
Para pelaku UMKM dibekali pengetahuan teknis terkait pengadaan bahan baku yang tepat agar kualitas hasil olahan mereka konsisten dan memenuhi standar pasar nasional maupun internasional.

Nancyta menyebutkan bahwa pemahaman mengenai bahan baku sangat krusial dalam pengembangan produk unggulan.
“UMKM diberikan pemahaman agar bisa menentukan bahan baku yang sesuai dengan produk yang ingin mereka kembangkan,” ujarnya.
Hingga saat ini, beragam produk telah berhasil dipasarkan, mulai dari aneka kudapan kering hingga produk kerajinan khas.
Beberapa produk favorit yang telah mendapat pengakuan luas antara lain Coklat Kulanta dan Batik Mosho.
Dampak nyata keberadaan wadah ini pun diakui oleh pegiat bisnis lokal, Dian Tizayan.
Dian menilai Rumah Kemas Batiwakkal sangat membantu UMKM dalam membuka akses sumber pendapatan baru dan memperluas jangkauan pasar hingga ke luar negeri.
“Rumah Kemas Batiwakkal membantu UMKM untuk mendapatkan sumber pemasukan baru, serta mendorong produk-produk UMKM warga Berau agar bisa dipasarkan ke luar daerah, bahkan ke luar negeri,” ungkapnya.

Semangat pengembangan UMKM ini juga ditularkan kepada generasi muda. Salah satunya melalui kunjungan peserta Berau Terkini Academy Batch 3.
Para peserta diajak merasakan langsung kualitas dan keunikan cita rasa produk lokal melalui sesi tester.
Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan apresiasi terhadap nilai-nilai lokal serta memberikan pemahaman mengenai proses panjang pengembangan sebuah produk UMKM.
Dengan kolaborasi yang terjalin antara program CSR, pelaku usaha, dan generasi muda, Rumah Kemas Batiwakkal diharapkan terus menjadi motor penggerak ekonomi daerah.
Ruang ini bukan sekadar etalase, melainkan laboratorium pembelajaran dan inovasi yang memastikan UMKM Berau mampu tumbuh mandiri, naik kelas, dan memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat di Bumi Batiwakkal. (*)
Penulis: Steven Lumban Tobing, siswa SMA Negeri 4 Berau
