BERAU TERKINI – Namanya Gatot Suprianto, usia 48 tahun. Lelaki sederhana itu tinggal di Kampung Labanan Makmur, Kecamatan Teluk Bayur.
Hidup Gatot biasa saja, bahkan cenderung pas-pasan. Tapi di balik keterbatasan itu, ia menyimpan mimpi sederhana: memiliki rumah yang tak lagi bocor saat hujan dan tak lagi miring disapu angin.
Selama puluhan tahun, rumah kayu reot peninggalan program transmigrasi tahun 1983 itu menjadi tempat ia dan istrinya, Yani Agustina, berteduh.
Dindingnya mulai lapuk, tiangnya nyaris patah, pintunya berderit pelan setiap kali dibuka. Tapi, di rumah itu, segala suka dan duka hidupnya bersemayam.
Sebagai warga tak berkecukupan, dirinya nyaris tak bisa mengucapkan terima kasih kala kunci rumah baru itu diserahkan Kepala Staf Kodam VI/Mulawarman, Brigjen TNI Ari Aryanto, pada 6 November 2025.
Setelah 42 tahun bersabar, rumah itu akhirnya disulap menjadi istana baginya. Dia merasa menjadi orang paling bahagia dengan hadirnya TMMD ke-126 di kampungnya. Bagaimana semua itu bermula?
Sore itu, dia pulang bekerja sebagai montir di salah satu bengkel Kampung Labanan Jaya. Oli dan bekas karat masih tampak jelas di telapak tangannya. Kedatangannya disambut istri tercinta di teras rumah.
Belum sempat duduk, Gatot menyempatkan untuk melihat sekeliling rumahnya. Dia mengamati bagian mana saja yang akan diperbaiki lebih dulu ketika gajian nanti.
Di rumah itu, hanya dia dan istrinya tinggal. Tak jarang anak sepupunya datang bermain ke rumahnya.
“Saya sebenarnya ingin memperbaiki rumah ini, tapi gaji saya cuma Rp700 ribu seminggu dari montir. Hanya cukup untuk makan,” ucap Gatot lirih.
Sadar gajinya hanya cukup untuk kebutuhan hidup sehari-hari, keinginan memperbaiki rumah hanyalah mimpi yang tertunda entah sampai kapan. Tiba saat dirinya masuk ke rumah dan mulai duduk bersama istrinya di pelataran.
Gatot mulai menghela napas sembari membakar rokok filter di tangan kirinya. Istrinya membuka percakapan bahwa rumahnya akan direnovasi oleh tentara. Mendengar hal itu, Gatot hanya tersenyum getir. Dia menanggapi kabar itu dengan setengah percaya.
“Dulu juga ada informasi rumah kita mau direnovasi pemerintah. Tapi tidak ada juga,” sambungnya dengan nada pesimis.

Keesokan harinya, dia kembali bekerja di bengkel. Tanpa sengaja bertemu dengan Bintara Pembina Desa atau Babinsa yang sering berkeliling kampung.
Dia adalah Serma Supriyadi. Dengan nada bercanda, Gatot bertanya terkait informasi yang disampaikan oleh istrinya tersebut.
Serma Supriyadi pun membenarkan, sembari menjelaskan kepada gatot bahwa rumahnya terpilih untuk direnovasi dalam program TNI Manunggal Membangun Desa atau TMMD.
“Kalau Pak Babinsa yang bicara, saya percaya. Saya sampai nangis karena senang,” paparnya.
Hari-harinya pun terasa lebih lama dari biasanya. Dirinya tak sabar menanti program TMMD digelar di kampungnya.
Barulah pada saat Rabu, 8 Oktober 2025, TMMD resmi digelar. Belasan prajurit TNI ramai-ramai membongkar rumahnya.
Sejak hari pertama, Gatot hampir tak pernah jauh dari lokasi. Ia ikut membantu sebisanya. Menyiapkan air minum beserta roti. Atau sekadar menyapa sambil tersenyum.
“Setiap hari saya lihat mereka kerja. Rasanya seperti mimpi yang akhirnya dijawab Tuhan lewat tangan tentara,” ucapnya pelan.
Kini, rumah baru itu telah berdiri. Kamarnya ada dua, dindingnya kokoh, beratap rapi, dan lebih layak untuk ditinggali. Gatot dan istrinya menyebutnya “rumah harapan”.
“Kalau tidak ada TMMD, mungkin sampai tua saya tetap tinggal di rumah lama itu,” katanya, sambil menatap rumah barunya dengan senyum yang tak lepas dari wajah.

Sementara itu, Komandan Kodim 0902/Berau, Letkol Inf Wirahadi, mengatakan, terpilihnya rumah Gatot untuk direnovasi bukan tanpa alasan. Pihaknya lebih dulu berkoordinasi dengan aparat kampung setempat untuk mendata rumah mana yang layak ditingkatkan dalam program TMMD.
Melalui Babinsanya, dia melakukan pengamatan lapangan di rumah Gatot. Saat itu, kondisinya benar-benar menyedihkan. Rumahnya tua, bangunannya sudah lapuk.
“Rumah itu tinggal nunggu roboh saja. Namun dipaksa ditinggali karena tak ada pilihan lain,” jelasnya.
Bahkan, saat melakukan renovasi, tidak bisa diperbaiki bagian per bagian karena dinding dan tiang sudah lapuk.
“Kami putuskan rumahnya dirobohkan dulu baru dibangun ulang,” imbuhnya.
Tiba saatnya penutupan TMMD pada 6 November 2025. Sebelum melakukan seremonial penutupan di lapangan sepak bola Labanan Makmur, Kepala Staf Kodam VI/Mulawarman, Brigjen TNI Ari Aryanto, secara simbolis meresmikan rumah tersebut.
Sembari menyerahkan kunci kepada Gatot, Brigjen Ari berpesan agar rumah tersebut dijaga dengan baik.
“Selamat atas rumah barunya. Rawat dengan baik. Semoga bisa memberikan manfaat untuk keluarga,” pesannya kepada Gatot.
Selain itu, Brigjen Ari juga menyampaikan kesan positifnya terhadap kegiatan TMMD.
Ia mengatakan, beberapa titik pelaksanaan TMMD, seperti pembangunan rumah, MCK, dan fasilitas lainnya, menunjukkan hasil yang luar biasa.
“Saya lihat langsung hasilnya. Keterlibatan masyarakat juga tinggi. Saya ucapkan terima kasih, mudah-mudahan kebersamaan ini terus berlanjut,” katanya.
Terkait hasil program TMMD, Brigjen Ari berharap agar semua hasil pembangunan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh warga.
Dia berharap, apa yang sudah dikerjakan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.
“Lokasi sasaran cukup strategis, bisa membantu masyarakat, khususnya petani dan peternak, dalam meningkatkan aktivitas ekonomi mereka,” ungkapnya.
Brigjen Ari juga tak menyangka, momen penutupan tersebut lebih meriah dengan berbagai penampilan menarik yang disuguhkan warga.
Salah satu yang menarik perhatiannya adalah kehadiran beragam produk unggulan masyarakat yang ditampilkan dari berbagai kecamatan dan kampung oleh masing-masing koramil.
Ia menilai kreativitas itu menunjukkan potensi besar dalam pengembangan ekonomi lokal. Diakuinya, suguhan UMKM yang dibawa oleh ibu-ibu Persit dari berbagai koramil cukup bagus. Produk-produk dari tiap kecamatan dan kampung sangat bervariasi.
“Tadi saya lihat ada satu produk dark chocolate. Saya kira itu bukan buatan tradisional. Ternyata produk lokal. Keren. Sudah seperti produk internasional,” ujarnya.
Ia berharap semangat inovasi tersebut bisa terus ditingkatkan. “Ternyata masyarakat kita mampu membuat produk berkualitas,” imbuhnya.
Dandim 0902/Berau, Letkol Inf Wirahadi, kembali menambahkan, seluruh sasaran kegiatan TMMD kali ini telah selesai seratus persen.
“Sasaran pertama yaitu peningkatan badan jalan sepanjang 2.000 meter,” ujarnya.
Selain itu, sasaran fisik program TNI Manunggal Air Bersih (TMAB) yang awalnya direncanakan lima titik, berhasil ditambah menjadi tujuh titik. Kemudian, pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) sebanyak satu unit juga selesai tepat waktu.
Tak hanya itu, mandi cuci kakus (MCK) dan tempat wudhu yang semula satu unit, kini menjadi enam unit dengan dua di antaranya dilengkapi tempat wudhu.
Untuk program ketahanan pangan, luas lahan yang semula hanya satu hektare berhasil ditingkatkan menjadi empat hektare.
“Kami juga melaksanakan penanaman pohon di area bekas reklamasi yang belum maksimal agar wilayah ini semakin hijau kembali,” katanya.
Selain kegiatan fisik, prajuritnya juga melaksanakan berbagai penyuluhan kepada masyarakat. Tujuan agar masyarakat memiliki kesadaran bela negara, kesadaran hukum, peningkatan kesehatan, dan hal-hal positif lainnya.
Bupati Berau, Sri Juniarsih, pun mengapresiasi pelaksanaan TMMD, yang telah memberikan manfaat besar bagi masyarakat Labanan Makmur. Terutama dalam jangka panjang.
Pemerintah daerah, kata dia, juga terus berupaya memberikan dukungan terhadap pembangunan infrastruktur demi kenyamanan warga.
Hadirnya TMMD di sana sangat membantu program pemerintah daerah yang saat ini dilanda efisiensi anggaran.
“Alhamdulillah, Pak Dandim telah mampu melampaui target yang ditetapkan. Awalnya hanya lima titik, kini sudah menjadi tujuh. Artinya, capaian TMMD kali ini sudah melebihi target,” jelasnya.
Kepala Kampung Labanan Makmur, Nashori Alwi, mengucapkan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada jajaran TNI AD, khususnya Kodim 0902/Berau, yang telah memilih Labanan Makmur sebagai objek kegiatan.
Kehadiran TMMD di kampungnya membantu peningkatan pembangunan fisik maupun non fisik yang langsung dirasakan warganya.
“Terima kasih TNI AD dan Kodim 0902 Berau,” katanya.
Tak kalah penting, hadirnya TMMD memberikan harapan baru kepada satu keluarga, yang telah lama bermimpi punya rumah layak huni.
“Kami selalu usulkan, namun belum terealisasi, barulah dengan adanya TMMD rumah itu bisa dibangun ulang menjadi rumah yang nyaman bagi mereka. Sukses terus untuk TNI AD dan Kodim 0902 Berau,” pungkasnya. (*)
