BERAU TERKINI – Ahmad Sahroni kembali muncul di publik, kali ini ia hadiri wisuda program S3 dan resmi menyandang gelar Doktor Ilmu Hukum.
Nama Ahmad Sahroni sempat ramai pada bulan Agustus lalu, saat dirinya menjadi sorotan publik.
Kala itu ucapan Ahmad Sahroni yang menanggapi soal wacana pembubaran DPR RI dinilai merendahkan publik.
Ahmad Sahroni juga jadi sorotan saat kediamannya di Tanjung Priok, Jakarta Utara menjadi sasaran penjarahan massa.
Massa aksi terlihat merusak dan mengambil barang-barang pribadi milik Ahmad Sahroni.
Kariernya di dunia politik juga ikut ambruk usai rentetan kejadian tersebut. Dia dan Nafa Urbach dinonaktifkan sebagai anggota DPR RI oleh Partai NasDem.
Semenjak saat itu, Ahmad Sahroni tak lagi terlihat muncul di publik, dirinya juga tak aktif update media sosial seperti Instagram.
Namun baru-baru ini, warganet dikejutkan dengan kemunculan Ahmad Sahroni. Pasalnya ia muncul di acara wisuda Universitas Borobudur, Jakarta pada Selasa (14/10/2025).
Ahmad Sahroni terlihat mengenakan toga dan mengambil ijazah, dia diketahui telah lulus program S3 dan resmi menyandang gelar Doktor bidang Ilmu Hukum.
Disertasinya di Universitas Borobudur berjudul “Pemberantasan Korupsi Melalui Prinsip Ultimum Remidium: Suatu Strategi Pengembalian Kerugian Keuangan Negara”.
Video dirinya hadir dalam wisuda dan menyandang gelar Doktor menjadi ramai dan viral di media sosial.

Sebagai informasi, DPP Partai NasDem pada bulan Agustus lalu resmi menonaktifkan Ahmad Sahroni dari anggota DPR RI.
Di mana saat itu, Sekjen Partai Nasdem Hermawi Taslim membacakan surat keputusan DPP Partai Nasdem yang ditandatangani oleh Ketum Partai Nasdem Surya Paloh.
Dalam surat tersebut, Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dinonaktifkan dari posisinya di DPR RI.
“Bahwa sesungguhnya aspirasi masyarakat harus tetap menjadi acuan utama dalam perjuangan Partai NasDem,” kata Hermawi Taslim saat bacakan surat keputusan, Minggu (31/8/2025).
Surat tersebut juga menyatakan, komentar Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach telah menyinggung perasaan rakyat dan juga menyimpang dari ajaran Partai Nasdem.
“Bahwa dalam perjalanan mengemban aspirasi masyarakat ternyata ada pernyataan dari pada wakil rakyat khususnya Anggota DPR- RI dari Fraksi Partai NasDem yang telah menyinggung dan mencederai perasaan rakyat, dan hal tersebut merupakan penyimpangan terhadap perjuangan Partai NasDem,” lanjutnya.
Atas dasar itu, DPP Partai Nasdem menonaktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari posisinya saat ini di DPR RI.
“Bahwa atas pertimbangan hal hal tersebut di atas dengan ini DPP Partai NasDem menyatakan terhitung sejak hari Senin, 1 September 2025 DPP Partai NasDem menonaktifkan saudara Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach sebagai Anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem,” tegasnya.

Diketahui dalam aksi demonstasi yang terjadi pada bulan Agustus lalu, sejumlah rumah pejabat jadi sasaran amarah massa, penjarahan dilakukan di rumah Anggota DPR RI Ahmad Sahroni hingga Menkeu Sri Mulyani.
Rumah pejabat di sejumlah daerah di Jabodetabek menjadi sasaran amarah massa. Sejumlah rumah pejabat dijarah oleh massa pada Sabtu (30/8/2025) hingga Minggu (31/8/2025) dini hari.
Tidak diketahui secara jelas dari mana massa tersebut berasal. Namun sejumlah barang berharga dari rumah pejabat berhasil dijarah oleh massa.
Salah satu rumah yang menjadi sasaran penjarahan adalah rumah Anggota DPR RI Ahmad Sahroni di bilangan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Massa merangsek masuk rumah Bendahara Umum Partai Nasdem ini, sejumlah barang berharga mulai dari koleksi tas, jam tangan hingga action figure Iron Man jadi sasaran penjarahan.
Tak hanya itu, massa juga merusak sejumlah mobil yang terparkir di garasi milik Ahmad Sahroni.
Adapun sebelumnya pernyataan Ahmad Sahroni menjadi sorotan masyarakat karena menyebut warga tolol usai tuntutan pembubaran DPR.
