BERAU TERKINI – Rumah BUMN Berau bersama KPPN Tanjung Redeb dan PNM Cabang Tarakan sosialisasikan penggunaan media sosial bagi para pengusaha untuk meningkatkan penjualan.
Sosialisasi yang digelar bersama 50 pengusaha di Berau bersama Kepala KPPN, Pimpinan PNM Cabang Tarakan, dan Fasilitator Rumah BUMN Berau digelar di Rumah BUMN Berau Jumat (10/4/2026) pukul 10.00 Wita.
Fasilitator Rumah BUMN Berau sekaligus pembicara pada sosialisasi tersebut, Rusmiati menjelaskan tema penggunaan media sosial sebagai media cuan bagi pengusaha dipilih karena usaha lewat media sosial cenderung lebih efektif dengan banyak kelebihan yang dimiliki.
Selain itu juga karena para ibu jarang ada yang bermain sosial media lengkap, kemungkinan hanya mengandalkan Facebook dan WhatsApp saja.
Penggunaan media sosial sebagai alternatif berusaha dianggap lebih efektif karena biayanya terjangkau dan jangkauannya lebih luas.
“Kalau misalkan kita lokasinya jauh, bahkan di dalam gang pun kalau kita aktif media sosial pasti akan tahu orang,” ujarnya kepada Berauterkini.co.id, Jumat (10/4/2026).
Dalam membuat usaha, ia menjelaskan bahwa pengusaha harus mencari pelanggan baru dengan memanfaatkan media sosial dengan membuat konten yang sedang tren cukup durasi 7-15 detik saja.
Fungsi utamanya untuk menjangkau orang baru, membuat produk menjadi viral sehingga menarik perhatian penonton.
Rumus menghasilkan cuan dalam sosial media cukup dengan konten yang menarik, interaksi dengan penonton, jangan lupa untuk membuat orang percaya pada produk, dan terakhir penonton pasti akan membeli.
Jenis konten yang dihasilkan juga bisa berupa edukasi, hiburan, dan testimoni. “Fokus ke kebiasaan, konsisten postingan, aktif story, dan respon cepat,” tulisnya.
Ia juga menyarankan untuk mengubah WhatsApp menjadi tipe bisnis untuk memudahkan pembeli melihat waktu buka, harga, hingga produk apa saja yang dijual karena pada WhatsApp bisnis terdapat katalog yang menuliskan itu semua.

Ia menambahkan para pengusaha setidaknya mempunyai sesuatu yang menarik dari usahanya, misalnya logo dan kemasan yang dibuat semenarik mungkin.
Ia juga memberikan solusi bagi calon pengusaha yang merasa malu menunjukkan wajah ketika promosi di media sosial adalah dengan memanfaatkan influencer.
Bahkan menurutnya memanfaatkan teman yang memang aktif bersosial media dan tidak memiliki sifat pemalu bisa dijadikan alternatif promosi usaha.
Namun, ketika sudah mulai meningkat, ia menyarankan untuk membayar influencer.
Memanfaatkan pameran utamanya saat sedang didatangi oleh pejabat setempat menjadi ide yang tepat untuk mempromosikan usahanya.
“Misalkan ada bupati nih, bupati itu mereview produk kita, kita rekam videonya kita upload itu juga salah satu membantu kalau kita malu ya,” jelasnya.
“Jadi itu lebih meyakinkan kayak, eh ternyata yang beli bukan sembarang orang nih, ternyata pejabat-pejabat penting, itu juga salah satu solusi gitu,” tambahnya.
Selain promosi, membuat sosial media terlihat menarik juga penting agar bisa menambah pelanggan.
Sosial media bisa diisi dengan berbagai macam konten, tidak hanya konten barang dagangannya saja, tetapi ikuti tren yang sedang ramai dengan durasi cukup 7 hingga 15 detik.
“Kita tidak hanya jualan aja, tapi kita bisa tips-tips resep masakan, atau tips perawatan kecantikan, tips awet muda, kayak gitu tuh enggak apa-apa diselang-selangin,” jelasnya.
Di akhir, ia mengungkapkan harapannya untuk bisa bekerja sama dengan Berau Terkini melibatkan PNM, KPPN, dan rumah BUMN.
“Nanti harapan saya, mudah-mudahan nanti dari PNM, KPPN, rumah BUNM kita bisa berkolaborasi,” tutupnya.

