BERAU TERKINI – Memasuki bulan Ramadan, geliat masyarakat untuk merencanakan perjalanan mudik ke luar kota dalam waktu yang cukup lama mulai terasa.
Melihat fenomena tahunan ini, PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Tanjung Redeb memberikan perhatian khusus terhadap aspek keamanan rumah yang ditinggalkan agar terhindar dari potensi bahaya kelistrikan.
Manajer PLN ULP Tanjung Redeb, Clif Salomo, mengimbau masyarakat untuk mencermati kembali kondisi instalasi listrik di rumah sebelum mengunci pintu dan berangkat bepergian.
Hal ini krusial dilakukan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, seperti kebakaran akibat hubungan arus pendek atau korsleting listrik selama rumah dalam keadaan kosong.
Salah satu langkah utama yang wajib dilakukan adalah memastikan seluruh alat elektronik yang tidak digunakan benar-benar dalam kondisi mati.
“Memastikan seluruh peralatan listrik yang tidak diperlukan sudah dimatikan,” ungkap Clif, Selasa (17/2/2026).
Tidak cukup hanya dengan mematikan saklar, masyarakat juga sangat disarankan untuk mencabut seluruh colokan kabel yang masih terhubung dengan stop kontak.
Langkah ini dianggap lebih efektif dalam memutus aliran listrik secara total pada perangkat elektronik, sekaligus melindungi peralatan dari kerusakan akibat fluktuasi tegangan yang tidak terduga.
Clif juga mengingatkan agar pemilik rumah memeriksa kembali keamanan instalasi listrik secara menyeluruh.
Hal ini termasuk memastikan tidak ada kabel yang terkelupas atau sambungan yang longgar.
“Langkah ini penting untuk menjaga keamanan instalasi listrik dan mencegah potensi risiko kelistrikan,” ujarnya.
Dengan melakukan langkah-langkah pencegahan tersebut, diharapkan masyarakat Berau dapat menjalani ibadah Ramadan dan perjalanan mudik dengan lebih tenang, aman, dan nyaman tanpa rasa khawatir akan kondisi rumah yang ditinggalkan. (*)
