BERAU TERKINI – DPRD Berau memberikan catatan kepada Pemkab Berau jelang dioperasikannya RSUD Tanjung Redeb.
Anggota komisi I DPRD Berau, Thamrin, beri catatan terkait rencana akan beroperasinya RSUD Tanjung Redeb di Jalan Sultan Agung, Tanjung Redeb, Berau.
Untuk dikrtahui, Bupati Berau, Sri Juniarsih, menargetkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjung Redeb bakal resmi beroperasi pada Mei 2026.
Untuk mengawal pengoperasian rumah sakit anyar yang berlokasi di Jalan Sultan Agung itu, Sri Juniarsih telah menunjuk Kepala Dinas Kesehatan Berau, Lamlay Sarie, sebagai direktur sementara.
Menurut Thamrin, keberadaan rumah sakit baru sangat dibutuhkan untuk menjawab keterbatasan layanan kesehatan yang selama ini dirasakan masyarakat.
Namun, ia menegaskan bahwa pengoperasian rumah sakit tidak boleh dilakukan secara terburu-buru tanpa kesiapan yang matang.
“Sudah seharusnya bangunannya dibuat megah dan segera dioperasikan. Tapi yang paling penting, SOP-nya harus jelas,” katanya, Minggu (11/01/2026).
Ia mengingatkan, rumah sakit tersebut tidak boleh sekadar mengejar target operasional, melainkan harus benar-benar menghadirkan pelayanan kesehatan yang prima bagi masyarakat.

Salah satu catatan penting yang disampaikannya adalah perlunya pengaturan layanan antara rumah sakit baru dan rumah sakit lama agar tidak terjadi tumpang tindih.
“Pengaturannya harus jelas dengan rumah sakit lama, supaya tidak tumpang tindih. Menurut kami tidak ada masalah selama sarana dan prasarananya sudah siap,” jelasnya.
Thamrin juga menyoroti kesiapan fasilitas penunjang, termasuk alat kesehatan dan jenis layanan poli yang akan dibuka. Ia menyarankan agar rumah sakit baru fokus membuka poli-poli yang belum tersedia di rumah sakit lama.
“Poli yang dibuka sebaiknya yang belum ada di rumah sakit lama. Saya dengar memang hanya beberapa poli saja yang akan dibuka di rumah sakit baru ini,” ujarnya.
Selain itu, rumah sakit baru diharapkan dapat menjadi solusi atas keterbatasan ruang rawat inap yang kerap terjadi di rumah sakit lama. Selama ini, kata Thamrin, banyak pasien yang terpaksa menunggu karena kamar inap penuh.
“Kalau pasien bisa dirawat di rumah sakit baru, tentu akan lebih bagus. Pasien bisa terbagi, tidak menumpuk di satu tempat,” katanya.
Ia pun menegaskan bahwa bangunan rumah sakit yang telah dibangun dengan anggaran besar seharusnya segera difungsikan agar tidak menjadi aset mangkrak. Menurutnya, jika sudah dioperasikan, maka aspek pemeliharaan dan pengamanan juga harus dipastikan berjalan.
“Daripada sudah dibangun tapi tidak difungsikan, itu percuma. Kalau sudah dipungsikan, tentu harus ada petugas, mulai dari cleaning service sampai perawatan gedungnya,” pungkasnya.
