BERAU TERKINI – Polemik perizinan Galian C di Kabupaten Berau kembali memantik perhatian serius Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto.

Ia menilai, persoalan ini bukan sekadar urusan administrasi di atas meja, melainkan menyangkut denyut ekonomi ratusan keluarga yang menggantungkan hidup dari sektor tersebut.

Menurut Subroto, aktivitas galian C selama ini menjadi salah satu penopang penghasilan masyarakat, khususnya para sopir dump truk dan pekerja tambang material.

“Kalau kita berbicara soal ekonomi rakyat dan kesempatan kerja, maka persoalan izin Galian C ini tidak bisa dibiarkan terlalu lama tanpa kepastian. Harus ada langkah konkret dari pemerintah daerah,” terangnya, Kamis (26/2/2026).

Dari informasi yang ia terima, ratusan sopir dump truk terdampak langsung akibat belum terbitnya izin operasional. 

Jumlah itu dinilai bukan angka kecil, karena di balik setiap sopir ada keluarga yang turut menggantungkan kebutuhan hidup dari penghasilan tersebut.

“Kurang lebih ada sekitar 200 sopir dump truk yang terdampak. Ini tentu bukan angka kecil, karena di balik itu ada keluarga yang juga bergantung pada pekerjaan mereka,” jelasnya.

Subroto mengungkapkan, sejumlah perwakilan masyarakat bahkan telah menyampaikan aspirasi ke DPRD Berau. 

Dia berharap, ada solusi nyata dan tidak menutup kemungkinan digelarnya hearing bersama pihak-pihak terkait.

“Agar persoalan ini dibahas secara terbuka dan transparan,” katanya.

Ia pun mendesak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang membidangi perizinan dan sektor pertambangan untuk segera berkoordinasi, mempercepat proses, serta menghadirkan kepastian hukum.

“Jangan sampai masyarakat kecil yang justru paling terdampak. Pemerintah harus hadir dan memastikan ada solusi yang jelas agar mereka bisa kembali bekerja,” pungkasnya. (*)