BERAU TERKINI – Anggota DPRD Berau, Fasra Wisono, baru saja menuntaskan agenda reses di sejumlah kampung di wilayah Kecamatan Gunung Tabur yang masuk dalam Daerah Pemilihan (Dapil) II.
Dalam rangkaian serap aspirasi tersebut, masyarakat secara kompak menyuarakan kebutuhan mendesak terkait peningkatan infrastruktur dasar, terutama perbaikan jalan lingkar kampung dan pembangunan sistem drainase yang memadai.
Kegiatan reses yang dipusatkan di Kampung Tasuk, Birang, Paribau, Maluang, dan Samburakat ini dihadiri tokoh masyarakat, aparat kampung, hingga warga setempat.
Dialog berlangsung dinamis dan terbuka, di mana warga memaparkan berbagai persoalan lapangan yang dinilai membutuhkan perhatian cepat dari pemerintah daerah.

Fasra mengungkapkan, dari sekian banyak usulan yang masuk, peningkatan kualitas jalan lingkar dan penghubung antar-kampung menjadi aspirasi yang paling dominan.
Kondisi jalan yang saat ini belum memadai dianggap sangat menghambat mobilitas warga, terlebih ketika memasuki musim penghujan yang membuat akses jalan menjadi sulit dilalui.
“Banyak masyarakat mengeluhkan kondisi jalan lingkar kampung dan antar kampung yang masih rusak. Ini menjadi kebutuhan utama karena menyangkut akses ekonomi dan aktivitas sehari-hari warga,” ujar Fasra, Senin (23/2/2026).
Selain akses transportasi, pembangunan drainase juga menjadi sorotan utama dalam pertemuan tersebut.
Warga menaruh harapan besar pada perbaikan saluran air guna mencegah terjadinya genangan dan ancaman banjir saat intensitas hujan meningkat.
Fasra menilai infrastruktur dasar, seperti jalan dan drainase bukan sekadar fasilitas fisik, melainkan faktor kunci dalam menunjang pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat di perdesaan.
Dia menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan usulan warga dalam pembahasan anggaran maupun melalui koordinasi intensif dengan instansi terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Berau.
“Saya akan sampaikan langsung dengan OPD terkait, terutama DPUPR Berau, supaya dapat segera ditindaklanjuti,” tegasnya.
Baginya, momen reses adalah waktu yang paling tepat untuk memastikan suara di tingkat akar rumput benar-benar tersampaikan ke meja kebijakan.
Fasra berjanji akan mengawal setiap poin aspirasi tersebut agar dapat terealisasi sesuai dengan mekanisme penganggaran yang berlaku.
“Semua aspirasi yang masuk akan kami kawal dan perjuangkan sesuai mekanisme yang ada,” tegasnya.
Fasra pun menaruh harapan besar agar sinergi antara legislatif dan eksekutif dapat melahirkan pembangunan infrastruktur di wilayah Dapil II yang lebih merata, tepat sasaran, dan langsung menyentuh kebutuhan vital masyarakat. (*)
