BERAU TERKINI – Berikut ini rekomendasi tempat wisata Berau yang cocok untuk menghabiskan malam pergantian tahun.
Libur menyambut tahun baru 2026 sudah dimulai, sejumlah destinasi wisata di Berau, Kaltim menjadi tujuan para turis yang hendak berlibur.
Diketahui, pilihan wisata di Berau cukup beragam, mulai dari wisata alam seperti pantai dan laut hingga, wisata sejarah.
Selain itu ada juga pilihan wisata alam yang juga memiiliki nilai edukasi, seperti halnya wisata lokasi penangkaran orangutan.
Dihimpun Berauterkini.co.id, berikut ini rekomendasi destinasi wisata di Berau Kaltim saat libur tahun baru:
Pulau Derawan
Siapa tidak kenal Pulau Derawan? Pulau kecil ini menawarkan keindahan pantai dan laut bagi para turis.
Di pulau ini beragam aktivitas bisa dilakukan mulai dari snorkeling, diving, atau sekadar kulineran dan bersantai di resort tepi pantai.

Pulau Derawan merupakan salah satu favorit bagi turis yang datang ke Berau, karena aksesnya yang relatif mudah dijangkau.
Pulau Maratua
Pulau Maratua merupakan surganya bagi penyelam. Di pulau ini terdapat belasan hingga puluhan titik menyelam.

Tak hanya keindahan bawah lautnya, Pulau Maratua juga memiliki destinasi wisata lain seperti Gua Halo Tabung.
Selain itu, berbagai resort mewah di tepi pantai kerap menobatkan Pulau Maratua sebagai Maldivesnya Indonesia.
Pesisir Talisayan
Keindahan laut Berau juga dapat dirasakan saat berkunjung ke daerah pesisir seperti di Talisayan.
Di sini terdapat biota atau rumah bagi hewan laut yakni hiu tutul.
Sebab wilayah perairan Talisayan merupakan area konservasi bagi hewan hiu tutul.
Di lokasi ini, Kamu bisa berkesempatan berenang bersama hiu tutul.
Keraton Sambaliung dan Museum Batiwakkal
Tak hanya wisata alam, Berau juga menawarkan wisata sejarah.
Salah satu wisata sejarah yang dapat dikunjungi adalah Keraton Sambaling dan Museum Batiwakkal.

Keraton Sambaliung berada di Kecamatan Sambaliung, tak jauh dari pusat kota Tanjung Redeb.
Di Keraton Sambaliung, Kamu bisa menyaksikan peninggalan Keraton Sambaliung yang sempat berkuasa pada abad ke-18 hingga awal abad ke-20.
Selain itu ada juga Museum Batiwakkal, yang berlokasi di Kecamatan Gunung Tabur.
Bangunan ini museum ini merupakan bekas Kesultanan Gunung Tabur.
Sejumlah peninggalan bersejarah di era kesultanan masih tersimpan rapi di museum ini.
Sekolah Orangutan Kampung Merasa
Tidak hanya manusia yang bisa bersekolah, namun orangutan juga bisa. Ya, di Kampung Merasa, Berau, terdapat sekolah orangutan.
Sekolah di sini merupakan lokasi penangkaran orangutan sebelum dilepasliarkan ke habitat aslinya.
Sekolah Orangutan di Kampung Merasa dikelola oleh The Centre for Orangutan Protection alias COP.
Di sana, para orangutan akan diberikan berbagai pelatihan yang ditujukan untuk bertahan hidup. Sebelum mereka dapat kembali ke habitatnya dan menjalani kehidupan tanpa bantuan manusia.

Di Sekolah Orangutan, Kampung Merasa kamu bisa mempelejari tahapan orangutan sebelum kembali ke habitat aslinya.
Mulai dari karantina awal, belajar keterampilan untuk bertahan hidup dan bersosialisasi.
Setelah melewati tahapan itu, orangutan akan kembali menjalani latihan dan evaluasi. Jika dirasa sudah cukup dan mampu bertahan hidup tanpa bantuan manusia maka orangutan akan dilepasliarkan.
