BERAU TERKINI – Kinerja BUMD yang baik berkontribusi terhadap realisasi pendapatan daerah Berau dari sektor pendapatan kekayaan daerah yang dipisahkan.
Realisasi Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan pada tahun 2025 di Kabupaten Berau menunjukkan kinerja positif.
Hingga akhir periode pelaporan, pendapatan dari sektor ini terealisasi sebesar Rp11,39 miliar atau mencapai 95 persen dari target Rp11,99 miliar.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Berau, Djupiansyah Ganie, menyebut capaian tersebut mencerminkan kontribusi signifikan BUMD dan lembaga keuangan terhadap pendapatan asli daerah (PAD).
“Secara umum realisasi pendapatan dari pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan berjalan cukup baik dan mendekati target yang ditetapkan,” ujarnya.

Djupiansyah Ganie merinci, kontribusi terbesar berasal dari Lembaga Keuangan Bankaltimtara dengan target Rp11,36 miliar dan realisasi sebesar Rp11,36 miliar lebih, atau tercapai 100 persen.
Capaian ini menjadi penopang utama pendapatan daerah dari sektor tersebut.
Sementara itu, PT Hutan Sanggam Labanan Lestari juga mencatatkan kinerja positif dengan realisasi Rp27,85 juta dari target Rp28 juta, atau setara 99,48 persen.
Menurutnya, capaian ini menunjukkan konsistensi kinerja perusahaan daerah meski di tengah tantangan ekonomi.
Adapun Perumda Air Minum Batiwakkal ditargetkan menyumbang Rp600 juta. Namun, untuk PLTU yang dikelola PT Indo Pusaka Berau, hingga saat ini belum tercatat adanya setoran pendapatan ke kas daerah.
Ia berharap capaian pendapatan dari sektor pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan ini dapat terus ditingkatkan dengan upaya penguatan kinerja BUMD dan sinergi antarinstansi di Kabupaten Berau.
“Ke depan, kami akan terus mendorong optimalisasi kontribusi dari seluruh BUMD, termasuk melakukan evaluasi terhadap unit usaha yang belum memberikan pemasukan,” harapnya. (*)
