BERAU TERKINI – Bapenda Berau menyebut sejumlah sektor penerimaan pajak daerah masih jauh dari target tahun 2025.

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Berau mencatat realisasi pajak daerah hingga akhir tahun anggaran mencapai Rp143,62 miliar dari target Rp175,51 miliar.

Capaian tersebut menunjukkan masih adanya selisih sekitar Rp31,89 miliar atau belum mencapai target secara keseluruhan.

Kepala Bapenda Berau, Djupiansyah Ganie, menjelaskan bahwa kinerja penerimaan pajak daerah bervariasi di setiap jenis pajak. Beberapa pos pajak bahkan mampu melampaui target, namun masih ada pula yang realisasinya tergolong rendah.

Bapenda Berau gelar sensus pajak PJBT
Bapenda Berau gelar sensus pajak PJBT (Dok.Bapenda Berau)

“Secara umum realisasi pajak daerah sudah berjalan cukup baik, meskipun memang masih ada beberapa jenis pajak yang belum optimal dan menjadi perhatian kami ke depan,” ujar Djupiansyah Ganie.

Untuk pajak reklame, dari target Rp600 juta, realisasi tercatat Rp338,763 juta atau 56,46 persen. Pajak air tanah ditargetkan Rp150 juta, namun baru terealisasi Rp65,424 juta atau 43,62 persen.

Sementara itu, pajak sarang burung walet menjadi salah satu yang terendah dengan target Rp1,5 miliar, tetapi realisasinya hanya Rp49,560 juta atau 3,30 persen.

Realisasi pajak mineral bukan logam dan batuan juga masih rendah, yakni Rp109,770 juta dari target Rp600 juta atau 18,30 persen. Pajak jasa parkir pun baru mencapai Rp167,586 juta dari target Rp400 juta atau 41,90 persen.

Di sisi lain, beberapa jenis pajak justru melampaui target. Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan atau PBB-P2 ditargetkan Rp5,5 miliar dengan realisasi Rp5,561 miliar atau 101,12 persen.

Pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) juga melampaui target, dari Rp16 miliar terealisasi Rp17,356 miliar atau 108,48 persen.

Salah satu coffee shop WKPS yang berada di Jalan Teuku Umar, Tanjung Redeb. (Zuhrie/BT)
Salah satu coffee shop WKPS yang berada di Jalan Teuku Umar, Tanjung Redeb. (Zuhrie/BT)

Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) menunjukkan capaian yang cukup beragam. PBJT makanan dan minuman dari target Rp36 miliar terealisasi Rp28,625 miliar atau 79,51 persen.

PBJT tenaga listrik melampaui target dengan realisasi Rp32,534 miliar dari target Rp30,531 miliar atau 106,56 persen. Sementara PBJT perhotelan mencatat kinerja sangat baik, dengan realisasi Rp9,816 miliar dari target Rp7,5 miliar atau 130,89 persen.

PBJT jasa kesenian dan hiburan juga melampaui target cukup signifikan, yakni Rp1,404 miliar dari target Rp970,016 juta atau 144,84 persen.

Untuk opsen pajak kendaraan bermotor (PKB), dari target Rp33,762 miliar baru terealisasi Rp18,698 miliar atau 55,38 persen.

Sedangkan opsen bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) mencapai Rp28,897 miliar dari target Rp42 miliar atau 68,80 persen.

Djupiansyah menambahkan, pihaknya akan terus melakukan evaluasi dan penguatan pengawasan serta intensifikasi pemungutan pajak, terutama pada sektor-sektor yang realisasinya masih rendah.

“Kami akan memperkuat pendataan, pengawasan, dan sosialisasi kepada wajib pajak agar penerimaan pajak daerah ke depan bisa lebih optimal,” pungkasnya.(*)