BERAU TERKINI – Realisasi investasi di Kabupaten Berau pada 2025 mencatatkan capaian signifikan, bahkan melampaui target yang ditetapkan pemerintah daerah.

Namun, tingginya angka investasi tersebut dinilai belum sepenuhnya berdampak merata terhadap pertumbuhan ekonomi.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Berau, Nanang Bakran, mengungkapkan, realisasi investasi tahun ini jauh melampaui target awal.

“Dari segi investasi, target kita sekitar 4,5 persen, tapi realisasinya hampir mencapai 200 persen. Ini tentu sangat tinggi dan luar biasa,” ujarnya kepada Berauterkini, Rabu (1/4/2026).

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan investor terhadap Kabupaten Berau.

Bahkan, dari sisi indikator makro, kondisi ini seharusnya menjadi sinyal positif terhadap daya beli masyarakat dan geliat ekonomi daerah.

“Kalau melihat dari investasi, harusnya ini cukup baik. Artinya kepercayaan investor tinggi dan secara logika daya beli masyarakat juga ikut terdorong,” jelasnya.

Namun, Nanang mengakui adanya ketimpangan antar sektor yang membuat dampak investasi belum sepenuhnya terasa terhadap pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

“Mungkin ada sektor ekonomi lain yang timpang, sehingga tidak sejalan dengan laporan pertumbuhan ekonomi. Tapi ini masih perlu kita dalami,” katanya.

Ia menyebutkan, hingga saat ini, sektor yang paling dominan menyerap investasi masih berasal dari pertambangan dan perkebunan.

Sementara pada sektor lain, seperti pariwisata, belum menunjukkan kontribusi signifikan.

“Kalau yang paling tinggi masih di sektor pertambangan dan perkebunan. Sektor pariwisata sebenarnya punya potensi besar, tapi kontribusi investasinya belum terlalu terlihat,” ungkapnya.

Menurut Nanang, promosi pariwisata sebenarnya telah dilakukan secara masif, termasuk melalui media sosial.

Tantangan utama justru terletak pada pengelolaan dan ekosistem pendukung yang belum optimal.

“Promosi sudah kita lakukan, itu memang tugas kami. Tapi mungkin yang perlu diperkuat adalah manajemen pariwisatanya,” ujarnya.

Ia juga menyoroti belum munculnya agen atau pelaku industri pariwisata yang benar-benar menonjol di Berau, meskipun potensi wisata alam yang dimiliki cukup besar.

“Kita punya banyak potensi, tapi belum ada yang benar-benar menonjol. Ini yang perlu didorong ke depan,” tambahnya.

Dengan kondisi tersebut, DPMPTSP menilai perlu adanya strategi lanjutan untuk mendorong pemerataan investasi ke sektor-sektor non unggulan agar pertumbuhan ekonomi daerah dapat lebih seimbang dan berkelanjutan. (*)